Pasca Kebakaran KMP Batu Mandi, Pelayanan Dermaga Eksekutif Merak Kembali Normal
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan pelayanan penyeberangan di Dermaga Eksekutif (express) 1 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, kembali normal sejak Rabu (21/10), setelah sebelumnya terdampak insiden kebakaran pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo melalui keterangan tertulis terkonfirmasi, Kamis mengatakan bahwa untuk pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesiapan operasional kapal.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu proses penyelamatan dan evakuasi penumpang KMP Batu Mandi. Dukungan kapal nelayan, operator kapal swasta, serta koordinasi seluruh instansi terkait menjadi bagian penting dalam penanganan insiden ini,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk operasional kapal pertama di express 1 kembali dimulai dengan jadwal standar pukul 02.25 WIB dan keberangkatan pada pukul 03.38 WIB. Di mana, pada malam sebelumnya layanan dioperasikan dengan dua kapal sebagai bagian dari penyesuaian operasional pascainsiden.
Sementara itu, sejak Rabu (21/10) siang, ASDP telah menyiapkan pola operasional dengan empat kapal guna mendukung pemulihan kapasitas layanan dan kelancaran arus penyeberangan
Selain pemulihan operasional, perusahaan penyeberangan juga memastikan kebutuhan pengguna jasa yang terdampak tetap menjadi perhatian utama.
Ia bilang, penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan petugas di lapangan dan fasilitas kesehatan, termasuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar penumpang selama proses penanganan berlangsung.
“Sejak kejadian insiden, ASDP turut memfasilitasi penyediaan makanan bagi pengguna jasa yang terdampak Sejumlah penumpang juga mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak,” papar dia.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan bahwa pemulihan pelayanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan serta kesiapan armada dan fasilitas pendukung.
Menurutnya, melalui penyesuaian pola operasi kapal dilakukan secara bertahap agar layanan dapat kembali berjalan optimal tanpa mengesampingkan prosedur keselamatan.
“Fokus kami adalah memastikan pelayanan penyeberangan kembali berjalan dengan baik, sekaligus memastikan penumpang yang terdampak memperoleh penanganan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sebagai jembatan konektivitas nasional, ASDP menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan.
“Perusahaan berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan dan tindak lanjut pasca insiden berjalan secara terukur, sesuai prosedur, serta mengedepankan keselamatan pengguna jasa,” kata dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)



