Banyak Aplikasi Al Quran Di Dunia Maya Belum Ditashih LPMQ Kemenag

pentashihan aplikasi Al Quran

Banyak aplikasi Al Quran yang beredar di dunia maya yang Al Quran digitalnya belum ditashih Lajnah Pentashihan Mushal AlQuran (LPMQ) Kementrian Agama. Pentashihan itu diperlukan untuk melindungi umat dari kesalahan penulisan Al Quran.

Kepala Bidang LPMQ Kemenag, Deni Hudaeny Ahmad Arifin mengatakan, tahun 2018 tercatat 250 aplikasi Al Quran. Dari jumlah itu, sebanyak 57 dibuat pengembang dalam negeri. Sisanya, 193 aplikasi Al Quran dibuat pengembang luar negeri.

“Dari sebanyak sekitar 57 aplikasi Alquran yang dikembangkan di dalam negeri, ada sekitar 10 aplikasi yang sudah ditashih oleh LPMQ,” kata Ustaz Deni kepada Republika.co.id yang dikutip MediaBanten.Com, Minggu (20/10/2019).

Baca:

Ia menerangkan, aplikasi Alquran yang sudah ditashih kebanyakan aplikasi yang dikembangkan penerbit besar. Ada juga yang hanya sekadar mengunggah aplikasi Alquran di dunia maya.

Deni menyampaikan para pengembang aplikasi Alquran bisa datang ke LPMQ untuk melakukan pentashihan. “Kita mendukung mereka yang ingin menyediakan mushaf Alquran yang mudah diakses, hanya saja mereka belum mentashihnya maka validitasnya belum 100 persen,” ujarnya.

Ia menerangkan, huruf Alquran digital biasanya tidak cocok diterapkan dengan semua jenis gawai atau komputer yang digunakan masyarakat. Sehingga hurufnya menjadi berantakan atau hurufnya berubah menjadi simbol.

Karena itu LPMQ sangat mendukung para pengembang aplikasi Alquran mentashih Alquran digitalnya guna menjamin kesahihannya. Dia menerangkan, untuk mentashih mushaf Alquran membutuhkan waktu 30 hari kerja. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait