Biro SDM Polda jabar Manfaatkan Limbah Organik Sebagai Media Tanam Jagung
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah organik kantin sebagai media tanam jagung.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata institusi Polri dalam mendukung swasembada pangan sekaligus penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan Mapolda Jabar.
Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan bahwa inovasi tersebut tidak hanya melibatkan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Ketahanan Pangan, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan kantor.
“Kami ingin program ketahanan pangan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa bahan baku utama media tanam berasal dari limbah organik kantin Polda Jabar. Limbah tersebut berupa sisa sayuran, kulit buah, nasi bekas, serta bahan organik lainnya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui proses pengolahan sederhana, limbah tersebut diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Zero Waste
“Konsep yang kami usung adalah zero waste atau tanpa limbah. Semua sisa makanan organik dari kantin kami manfaatkan kembali sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia,” kata Fadly.
Dalam praktiknya, media tanam dibuat dengan komposisi 5:2:2:1 yang terdiri dari tanah, arang sekam, limbah organik kantin, dan kompos Pak Bhabin. Komposisi tersebut dirancang untuk memastikan keseimbangan unsur hara dan struktur media tanam tetap gembur serta mampu menyimpan air dengan baik.
Menurut Fadly, formulasi tersebut telah melalui uji coba sederhana untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman jagung. “Kami ingin memastikan bahwa media tanam ini benar-benar produktif dan mampu mendukung hasil panen yang optimal,” jelasnya.
Media tanam yang telah dicampur kemudian dimasukkan ke dalam planter bag. Pada bagian tengah planter bag dipasang paralon biopori yang memiliki beberapa fungsi penting dalam proses pertumbuhan tanaman.
“Paralon biopori ini berfungsi sebagai sistem pengairan, membantu proses dekomposisi limbah organik, menjadi saluran udara, sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap bagi tanaman jagung,” terang Fadly.
Berbeda dengan metode konvensional, pupuk kompos berbahan limbah kantin ini dapat langsung digunakan sebagai media tanam tanpa harus melalui proses yang terlalu lama. Hal ini membuat program lebih praktis dan mudah diterapkan.
AKBP Condro Sasongko menambahkan bahwa metode ini juga menjadi sarana edukasi bagi personel Polda Jabar tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pertanian berkelanjutan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan kerja sendiri,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi satuan kerja lainnya, baik di lingkungan Polda Jabar maupun di jajaran Polres. Selain mendukung ketahanan pangan, inovasi ini juga memperkuat komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap langkah kecil ini bisa memberi inspirasi. Ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap menjadi bagian dari solusi,” ungkap alumnus Akpol 2005. (Yono)










