BMKG: Suhu Ekstrem Disebabkan Matahari di Dekat Khatulistiwa

Agie Wandala Putra, Kasub Bidang Prediksi dan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, suhu panas yang dirasakan di sejumlah kota di Indonesia disebabkan posisi matahari dekat dengan garis khatulistiwa.

“Saat ini, posisi matahari dekat dengan khatulistiwa, belum lagi ditambah dominasi radiasi langsung ke permukaan bumi menyebabkan sedikitnya uap air di pagi hingga siang,” kata Agie, Kamis (24/10/2019).

Soal suhu panas yang terkadang dirasakan ekstrem, ramai diperbincangkan warganet, terutama di Twitter. Keluhan itu datang dari warga Kota Surbaya, Semarang, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Solo, Serang, Cikampek Selatan dan sebagainya.

Baca:

Menurut Agie, radiasi itu berujung pada suhu permukaan yang beragam sehingga sejumlah wilayah cenderung memiliki tekanan udara yang sangat berbeda satu sama lain.

Misalnya warganet memosting suhu di Surakarta diprediksi mencapai 40 derajat celcius pada pukul 13.00 WIB. Padahal pada pukul 07.00-08.00 WIB, suhu itu masih di sekitar 26 derajat celcius. Sedangkan di Kota Serang (Banten), pada pukul 13.00 WIB diprediksi mencapai 38 derajat celcius. Pada pukul 17.50 WIB, suhu itu tercatat 30 derajat celcius.

Jika merujuk pada data Agie, suhu panas memang melanda Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Tenggara. “Apalagi, wilayah yang topografinya berbukit, sehingga perbedaan tekanan udara berpotensi menimbulkan potensi angin kencang, seperti di Malang, Brebes, Bandung, dan lain-lain,” jelasnya.

BMKG menyebutkan, suhu panas akan berlangsung selama pekan ini, dengan kisaran suhu 34-36 derajat. (IN Rosyadi / Dari berbagai sumber)

Berita Terkait