Industri

BPJN Banten Sebut Banyak Jalan Rusak di Kawasan Industri

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Wida Nurfaida menyebut bahwa ruas jalan di kawasan industri di Banten, sering terjadi kerusakan cukup parah.

Hal ini disampaikan Wida Nufida saat diwawancara usai Ceremonial Aksi Daerah dalam rangka memperingati Hari Jalan Nasional 2021, di Alun-Alun Kota Serang, Rabu (3/11/2021).

Ia mengatakan, kerusakan itu banyak terjadi di ruas jalan baik kewenangan pemerintah pusat, maupun pemerintah Provinsi Banten.

Untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat atau jalan nasional di Provinsi Banten, yakni sepanjang 549 kilometer.

“Hal itu disebabkan karena banyaknya truk dengan muatan melebihi tonase (over tonase) yang melintas, terutama di jalan kawasan industri, seperti Cikande, Serang, dan Rangkasbitung,” ucap Nurfaida.

Lanjutnya, kawasan lain yg sering kali banyak kerusakan jalan yakni di wilayah Cilegon, Pasauran yang menjadi kawasan industri chemical, dan Tangerang.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas perhubungan dan pemerintah daerah untuk mengawasi truk odol,” katanya.

Nurfaida menuturkan, selain kawasan industri, jalan yang kerap rusak juga ada di kawasan pariwisata.

“Karena Banten ini masuk dalam kawasan indusri force majeure. Terus juga ada kawasan pariwisata yang mendukung kawasan ekonomi khusus (KEK),” katanya.

Dia menargetkan kondisi jalan mantap di Provinsi Banten yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat mencapai 92 persen.

Jumlah itu dari total panjang jalan 549 kilometer, pada akhir tahun 2021.

“Jadi kondisi jalan nasional saat ini di Provinsi Banten pada semester satu itu sudah mencapai 89,91 persen. Harapannya di akhir Desember ini 92 persen jalan kondisi mantap,” katanya.

Kata dia, Provinsi Banten menjadi daerah penyumbang pajak terbesar kepada Pemerintah Pusat dibandingkan daerah lainnya.

“Kawasan industri di Banten memang banyak, dan memang kebanyakan yang menyumbang pajak di (Pemerintah) pusat itu Banten,” tuturnya. (Reporter : Hendra Hermawan / Editor : Sofi Mahalali)

SELENGKAPNYA
Back to top button