Lagi, BPCB Gali Artefak di Kawasan Revitalisasi Banten Lama

artefak banten lama

Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCB) Banten tengah melakukan penggalian di sebelah utara Keraton Surosowan, Kawasan Kesultanan Banten. Penggalian yang berlokasi di pusat kegiatan revilitalisasi Banten Lama oleh Pemprov Banten itu untuk membuktikan dugaan adanya ruangan-ruangan di Keraton Surosowan.

Keterangan yang dihimpun MediaBanten.Com hingga Selasa (23/7/2019) menyebutkan, di lokasi penggalian ditemukan pecahan gerabah, pecahan keramik yang diduga berasal Dinasti Ching, Dinasti Ming, Keramik dari Belanda dan daerah lainnya. Selain keramik, juga ditemukan benda purbakala lainnya dan sebuah struktur bangunan yang khas Kerajaan Banten, yaitu bata merah dan karang.

Juliardi, Kasie Kerpurbakaan BPCB Banten yang dihubungi MediaBanten.Com membenarkan adanya penggalian atau eksvakasi tersebut. “Itu masih dugaan. Tetapi yang pasti ada ruang-ruang di sana,” katanya.

Sejumlah petugas, di antaranya arkeolog memang tengah melakukan penggalian, pengupasan dan penyisiran untuk menemukan benda-benda purbakala. Penggalian itu menggunakan teknik-teknik yang umumnya dipakai oleh para arkeolog seperti spit, layer dan lot.

Foto: BantenNews.Co.Id

Baca:

Bata Merah dan Karang

Seorang yang tengah melakukaan penggalian di sana mengatakan, tim menemukan lantai dari bata merah dan karang yang diduga bagian dari ruangan Keraton Surosowan. Namun belum jelas ruangan tersebut berfungsi untuk apa, karena pengidentifikasian fungsi ruangan itu harus didukung temuan dan dokumentasi lainnya.

Yang pasti, tim penggalian arkeolog menemukan lantai berbata merah dan karang ini terhubung dengan gerbang Keraton Sursowan. Keraton ini kini tinggal reruntuhannya. Karena itu, muncul dugaan sementara bahwa ruangan itu merupakan ruang tunggu tamu sebelum para tetamu menemui Sultan.

Firdaus Gozali, anggota DPRD Kota Serang mengatakan, penggalian atau eksvakasi yang tengah dilakukan tim purbakala itu membuktikan bahwa masih banyak benda-benda purbakala yang masih terpendam di bawah tanah. “Bayangkan, sekarang sedang dilakukan revitalisasi atau penataan yang justru menutup area purbakala itu dengan benda-benda yang baru seperti keramik, tembok modern dan sebagainya,” kata Firdaus Gozali.

Firdaus mengaku, sejak awal meminta kepada Pemprov Banten agar behati-hati dalam melakukan revitalisasi dan meminta agar selalu mengacu saran dan rekomendasi kepurbakalaan. “Penataan Banten Lama itu justru jangan sampai merusak nilai-nilai kepurbakalaan dan nilai sejarah akibat keabaian dalam memperhatikan kedua aspek tersebut. Lah wong daerahnya sudah ditutup bahan baru di atasnya, terus bagaimana mau menemukannya,” katanya.

Menurutnya, penemuan benda purbakala di kawasan yang tengah direvitalisasi Pemprov Banten bukanlah yang pertamakali terjadi. Ketika daerah Sukadiri ditata untuk dijadikan terminal, Tim Purbakala juga menemukan artefak-artefak.

Hal serupa ketika Pemprov Banten mulai menata halaman masjid hingga depan reruntuhan Keraton Surosowan, banyak ditemukan artefak bernilai tinggi, di antaranya sebuah arca yang diperkirakan berasal dari zaman sebelum Kerajaan Islam Banten berdiri. (IN Rosyadi)

Berita Terkait