WHO: Kasus Covid 19 di Banten Turun 50% Periode 29 Juni-19 Juli

World Health Organization (WHO) menyatakan, kasus virus corona (covid-19) di Banten diklaim berhasil turun 50 persen dalam waktu tiga minggu terakhir, yakni dari 29 Juni hingga 19 Juli 2020.

Penurunan kasus ini menjadi salah satu kriteria penilaian epidemiologis untuk menentukan zona risiko persebaran virus corona di tiap provinsi.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia, grafik data kasus terkonfirmasi positif corona di Banten mulai turun dalam rentang waktu 15 Juni hingga 21 Juni 2020.

“Penurunan setidaknya 50 persen selama periode tiga minggu sejak puncak terakhir. Penurunan terus menerus dari kasus terkonfirmasi positif dan kasus probable,” dikutip dari salinan laporan WHO seperti dilansir dari situs resminya, Kamis (23/7/2020).

Kumulatif Positif

Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah tersebut diketahui sempat melonjak hingga mencapai lebih dari 1.600 kasus pada awal Juni. Namun penambahan kasusnya mulai turun lebih dari 50 persen dan cenderung stabil selama tiga minggu terakhir. Dari grafik data, penambahan kasus per minggu hanya berada dalam rentang 50-100 kasus.

Jika dibandingkan dengan kasus positif corona di Jakarta, grafik data menunjukkan penambahan kasus masih sangat fluktuatif. Bahkan dalam tiga minggu terakhir, penambahan kasusnya mencapai lebih dari 2 ribu.

Baca:

Tiga wilayah Banten yang sempat jadi daerah penyebaran corona adalah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Tiga daerah tersebut berbatasan langsung dengan DKI Jakarta sebagai episentrum corona.

Dalam laporan WHO tersebut, lonjakan kasus juga terjadi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sementara di Jawa Timur, kasusnya menunjukkan tren penurunan setelah sempat naik pada awal Juli.

Sesuai kriteria penilaian untuk menentukan zona risiko suatu wilayah, terdapat sejumlah indikator epidemiologi yang harus dipenuhi.

Selain jumlah kasus positif turun 50 persen sejak puncak terakhir, indikator juga dinilai berdasarkan penurunan jumlah kasus kontak erat dan kasus suspek sebesar 50 persen, penurunan jumlah meninggal kasus positif sebesar 50 persen, dan persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.

Indikator juga dinilai berdasarkan indikator surveilans kesehatan masyarakat atau jumlah pemeriksaan sampel dan positivity rate kurang dari 5 persen serta indikator pelayanan kesehatan.

Dari data 22 Juli 2020, jumlah kasus positif di Banten sebesar 1.697 kasus. Dari jumlah tersebut 1.228 sembuh dan 85 orang meninggal dunia.

Jatim masih menjadi provinsi dengan kasus tertinggi di tingkat nasional yakni sebesar 19.093 kasus disusul DKI Jakarta 17.621 kasus. (cnnindonesia.com / IN Rosyadi)

Artikel ini dikutip utuh dari cnnindonesia.com dan diberi link ke website WHO. Lihat halaman aslinya di CNNINDONESIA.COM dan WHO.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Next Post

Hari 1 Operasi Patuh Kalimaya: 728 Pengendara Ditilang, 657 Ditegur

Kam Jul 23 , 2020
Sebanyak 718 pengendara bermotor ditilang dan 657 pengendara ditegur pada hari pertama Operasi Patuh Kalimaya 2020. Operasi ini digelar Ditlantas Polda Banten, Kamis (23/7/2020). Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Rudi Purnomo mengatakan kegiatan Operasi Patuh digelar untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas serta menertibkan para pengguna jalan raya di wilayah […]
Rudii Purnomo Dirlantas Polda Banten