Buah Kurma: Dari Obat Anti Tumor Hingga Asal Usul Pohonnya

Foto: Istimewa

Buah kurma dihasilkan dari pohon palma dengan nama latin phoenix dactylifera. Buah ini disebut dalam Al Quran saat Maryam melahirkan Nabi Isa di Palestina. Saat itu, Maryam diminta untuk menggoyangkan pohon kurma agar buahnya bisa dimakan. Buah Kurma juga disebut dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kelebihannya, termasuk untuk obat.

Berbagai penelitian ilmiah menyebutkan, buah kurma mengandung antioksidan yang sangat kuat, antitumor, anti-inlamasi dan membantu mengatasi diabetes atau penyakit kencing manis. Antioksidan buah kurma terjadi karena buah ini mengandung phenolic termasuk p-choumaric, asam synaptic dan procyanadins. Zat antioksidan merupakan zat yang berinteraksi dan menonaktifkan radikal bebas, sehingga mencegah kerusakan sel-sel maupun organ tubuh.

Kandungan lainnya dalam buah kurma adalah beta D glucan yang dalam penelitian membuktikan sebagai zat anti tumor. Dalam penelitian, sel-sel tumor pada tikus bisa dihambat dengan disuntikannya ekstrak buah kurma. Zat lainnya dalam kurma adalah methanol dan aseton yang merupakan zat antimikroba  dan anti-inflamasi. Kedua zat itu menghambat pertumbuhan bakteri F Oxysporum, Fusarium sp, F Solani dan bakteri-bakteri lainnya yang berfungsi negatif.

Sedangkan zat Flavonoids, steroid, fenol dan sopanines dalam buah kurma berfungsi sebagai anti diabetes. Dala penelitian menyebutkan, senyawa dalam buah kurma itu bermanfaat untuk mengkontrol glikemik dan lipid dari penderita diabets. Dan yang terakhir, buah kurma ini mengandung strone dan sterol yang juga berfungsi meningkatkan kesuburan reproduksi.

Baca: Sebanyak 93% Atau 3 Juta Orang Diimunisasi Dalam Pekan Imunisasi Se-Dunia di Banten

Dengan berbagai keistimewaan itu, ada 21 ayat yang berkaitan dengan Kurma baik berupa buahnya, kebunnya atau kisah lain yang berkaitan dengan pohon kurma. Sedangkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”

Sejarah Kurma

Dikutip dari id.wikipedia.org, pohon Kurma berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda. Daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m.

Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Buah yang dihasilkan oleh pohon kurma dikenal sebagai buah kurma. Bentuk buahnya lonjong-silinder dengan panjang 3-7 cm, berdiameter 2-3 cm dan ketika masih muda warnanya merah cerah ke kuning terang, tergantung dari jenisnya. Kurma memiliki biji tunggal yang ukuran panjangnya sekitar 2-2,5 cm dan tebalnya 6-8 mm. Buah kurma dikelompokan menjadi tiga golongan utama yaitu: lunak (contohnya Barhee, Halaw, Khadrawy, Medjool), semi-kering (contohnya Dayri, Deglet Noor, Zahidi) dan kering (contohnya Thoory). Jenis buah ini tergantung pada kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosa.

Pohon kurma merupakan tanaman jenis dioecious, yaitu memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah. Mereka dapat tumbuh dengan mudah dari bakal biji, tetapi hanya 50% tanaman betina yang ditanam secara pembibitan akan berbuah, dan menghasilkan buah yang kecil serta berkualitas rendah. Sebagian besar perkebunan menggunakan perkembangbiakan stek pada tanaman, terutama pada kultivar Medjool karena bisa menghasilkan panen yang banyak serta buah yang manis dan besar. Tanaman yang tumbuh dari cara stek akan berbuah 2-3 tahun lebih awal daripada tanaman yang menggunakan bibit.

Baca: Video Dukungan Menkes Soal Berobat Gratis Warga Miskin Banten Gunakan KTP

Pembuahan dengan serbuk sari pada pohon kurma dilakukan secara alami oleh angin tetapi pada perkebunan oasis tradisional dan perkebunan modern, penyerbukan dilakukan secara manual. Penyerbukan alami pada tanaman jantan dan betina, dapat terjadi dengan jumlah yang sama antara kedua tanaman. Namun, bila dilakukan dengan bantuan, satu tanaman jantan bisa menyerbuki hingga 100 tanaman betina. Tanaman jantan yang merupakan sebagai penyerbuk, memungkinkan para petani menggunakan sumber daya mereka untuk memproduksi lebih banyak buah pada tanaman betina.

Beberapa petani bahkan tidak memelihara tanaman jantan, yang mana sebagai bunga jantan, untuk menyediakannya di pasar lokal pada saat waktu penyerbukan. Penyerbukan manual dikerjakan oleh pekerja terampil dengan menggunakan bantuan tangga untuk naik ke atas pohon. Di beberapa daerah seperti Irak, para pekerja memanjat pohon dengan menggunakan alat pemanjat khusus, dimana alat tersebut mengitari batang pohon dan pendaki membuatnya tetap melekat pada bagasi saat mendaki. Jarang serbuk sari dapat diterbangkan ke bunga betina dengan angin.

Kurma matang dibagi menjadi empat golongan, dikenal di seluruh dunia dengan menggunakan penamaan Arab yaitu, kimri (muda), khalal (berukuran penuh), rutab (matang, lembut), tamr (matang, dikeringkan dengan bantuan matahari).

Setiap 100 gram kurma segar dapat mengandung sumber vitamin C dan energi sebesar 230 kcal (960 kJ). Air yang terkandung dalam kurma relatif sedikit dan hal ini tidak menjadikannya jauh lebih pekat pada saat proses pengeringan berlangsung, meskipun vitamin C-nya akan hilang.

Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko. Di negara-negara Islam, kurma dan yogurt atau susu adalah makanan tradisional yang utama untuk berbuka puasa pada saat bulan Ramadan. Kurma (terutama Medjool dan Deglet Noor) juga dibudidayakan di Amerika Serikat pada bagian selatan California, Arizona dan bagian selatan Florida.

Pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan bisa dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80-120 kg (176-264 lb) buah kurma pada setiap musim panennya. Agar mendapatkan buah yang berkualitas untuk bisa dipasarkan, tandan kurma harus ditipiskan dan dibungkus atau ditutup sebelum matang supaya buahnya bisa tumbuh menjadi lebih besar dan terlindungi dari cuaca dan hama, seperti burung. (Dari berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait