Kesehatan

Dari 11.000 Non Aktif BPJS Kesehatan PBI di Serang, Baru 500 Peserta Reaktivasi

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Banten, mencatat baru sekitar 500 warga yang melakukan reaktivasi kartu BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari total 11.000 kepesertaan yang dinonaktifkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinsos Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi, di Serang, Selasa, menyatakan bahwa jumlah tersebut masih sangat kecil, padahal pemerintah pusat memberikan tenggat waktu terbatas untuk proses pengaktifan kembali.

“Dari 11.000 data yang dinonaktifkan, baru sekitar 500 orang yang tereaktivasi. Kami mengimbau masyarakat segera mengurusnya karena kita hanya diberi waktu sekitar tiga bulan,” ujar Ibra Gholibi.

Ia menjelaskan belasan ribu warga tersebut dinonaktifkan karena dianggap telah mandiri oleh Kementerian Sosial (Kemensos) lantaran masuk dalam kategori Desil 6 hingga 10. Namun Dinsos membuka ruang reaktivasi jika terdapat kesalahan data atau warga yang bersangkutan nyatanya masih tidak mampu.

Ibra memperingatkan jika dalam kurun waktu tiga bulan warga tidak melakukan reaktivasi secara pribadi, maka kuota tersebut akan dialihkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lain yang lebih membutuhkan.

“Kuota 11.000 dari pusat ini tetap dan tidak akan dihapus, tetapi jika yang bersangkutan tidak melapor, maka akan dianggap sudah mandiri dan posisinya akan diganti oleh warga lain,” tegasnya.

Untuk mengejar target tersebut, Dinsos Kota Serang kini mengerahkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) guna melakukan pengecekan lapangan (ground check) dan sosialisasi langsung kepada warga yang terdampak.

Masyarakat yang ingin mengaktifkan kembali kartu BPJS PBI diminta mendatangi kantor Dinsos atau kelurahan dengan membawa dokumen berupa KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta surat keterangan kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button