Dilaporkan Tenggelam, Pria Lanjut Usia Mengambang di Kali Tembakang
Seorang pria lanjut usia bernama Mukhammad Ali, 67 tahun, warga Kampung Tembakan, Desa Pulo Kencana, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di Kali Tembakang, Senin 9 Februari 2026 sore.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai guru madrasah itu ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran sungai tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam dalam keadaan tidak bernyawa pada Selasa 10 Februari sekitar pukul 05.00 WIB.
“Jasad korban ditemukan dalam posisi mengambang sekitar 100 meter dari titik lokasi tenggelam,” terang Kapolsek Pontang AKP Muklas, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Kapolsek, peristiwa bermula pada Senin sore sekitar pukul 18.30 WIB, saat warga menemukan pakaian berupa baju, celana, dan handuk milik korban di pinggir Kali Tembakang, tepatnya di RT 12 RW 02 Desa Pulo Kencana.
“Dari temuan pakaian tersebut, warga kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Pontang karena korban tidak kunjung ditemukan,” ujar Muklas.
Setelah menerima laporan, pihak Polsek Pontang bersama Tim SAR BPBD Kabupaten Serang serta dibantu warga setempat langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Namun demikian, pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi sungai yang gelap, serta rimbunnya rumput-rumput di sekitar lokasi.
“Pencarian kami hentikan sementara karena kondisi kali gelap dan rimbun rumput di permukaan air,” jelas Kapolsek.
Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada Selasa dini hari, hingga akhirnya jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran sungai.
Kapolsek Pontang mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga dan warga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sewaktu-waktu bisa kambuh secara tiba-tiba.
“Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai karena memiliki riwayat sakit epilepsi, yang bisa terjadi secara mendadak,” ungkap Kapolsek.
Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan peristiwa tersebut murni kecelakaan.
“Pihak keluarga menginginkan untuk segera memakamkan korban dan tidak mau dilakukan autopsi,” jelasnya. (Yono)







