Gubernur: Daripada Dikorupsi, Dana Digunakan Biayai Pesantren dan Bangun Masjid

Foto: Pemprov Banten

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan memberikan biaya operasional Rp20 juta per pondok pesantren yang memenuhi persyaratan. Rencana ini akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018. Jika masih memungkinan, biaya itu akan ditambah.

“Daripada dikorupsi, lebih baik biaya itu digunakan untuk membiayai pondok pesantren, membangun masjid dan membangun jalan sampai selesai,” kata Wahidin Halim, Gubernur Banten saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Selasa (28/11/2017).

Gubernur Banten, Wahidin Halim menyatakan kebanggaannya di Provinsi Banten memiliki banyak pondok pesantren yang memberikan kontribusi positif dalam kehidupan manusia dan membangun peradaban yang seimbang. “Pesantren salafi, pesantren modern sangat berjasa. Tanpa ada pesantren, tanpa ada pendidikan keagamaan bangsa ini tak akan maju,” katanya.

Menurut Wahidin,  Provinsi Banten memiliki 3.122 pondok pesantren tersebar di berbagai kota/kabupaten. Keberadaan pesantren tersebut memberikan sesuatu kebaikan dan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, khususnya di Provinsi Banten.

Baca: Peserta MQK  Banten Tekad Raih 3 Besar di Jepara

“Peran pesantren sangat luar biasa, dari jaman kemerdekaan sampai sekarang ini. Mereka dengan ikhlas membangun pendidikan, mereka itu pejuang pendidikan jadi harus kita hormati dan hargai, walaupun memang pemerintah sekarang baru memberikan alakadarnya. Tapi kedepan, ini yang akan menjadi perhatin saya,” ucap WH sapaan akrab Gubernur Banten.

Pemprov Banten akan berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan terhadap pondok pesantren di Provinsi Banten. Menurutnya, pondok pesantren telah berjuang membangun dan mendidik anak-anak bangsa, membangun NKRI dan membebaskan bangsa ini melawan penjajah.

“Tahun 2018 saya akan berikan biaya operasional Rp 20 juta per pondok pesantren, tapi dengan catatan yang memenuhi persayarat. Kalau tahun depan ada dana lagi akan kita tambah. Saya dua tahun ini juga akan bangun jalan sampai selesai, bangun pesantren. Dari pada dikorupsi mendingan buat pesantren dan masjid,” kata Gubernur dihadapan ribuan jamaah yang hadir.

Wahidin yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Irfan Santoso mengajak seluruh umat Islam di Provinsi Banten untuk menjaga silaturahmi dan memperat ukhuwah islamiyah. Karena, sesama muslim itu bersaudara dan harus selalu bersatu. “Kita hidup berada dalam NKRI, Pancasila jangan diganggu. Jangan berfikir merubah dasar negara kita. Ukhuwah islamiyah harus dibangun, dijaga dan dipelihara, hubungan kita harus tetap dalam keadaan baik, ” pesanya.

Wahidin  melanjutkan, konsep Akhlakul Karimah dijadikan visi misi Provinsi Banten saat ini. Hal tersebut didasari karena masyarakat Banten merupakan masyarakat yang agamis, dengan jumlah mayoritas muslim terbanyak. “Banten memiliki budaya yang religius, budaya yang saling menghormati. tingkah laku yang baik dan ikhlas saya kira konsep akhlakul karimah akan terwujud. Kita tinggal menjaga itu agar jangan sampaia punah, jangan sampai terganggu oleh budaya-budaya asing,” ucapnya.

“Kita bisa lihat diacara ini, ada kehidupan suasana keagamaan yang baik. Mereka datang kesini, kumpul dimesjid sama-sama mendengakan ceramah, meningkatkan kesadaran beragama, itu yang terpenting,” sambungnya.

Wahidin sekaligus meresmikan Masjid Jami Al-Islah sekaligus memberikan bantuan keuangan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten bagi pengurus DKM setempat. (Rilis Pemprov Banten / Adityawarman)

Berita Terkait