Peserta MQK Banten Tekad Raih 3 Besar di Jepara

Foto: Pemprov Banten

Gubernur Banten, Wahidin Halim melepas peserta Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Provinsi Banten ke VI Tingkat Nasional di Jepara, Jawa Tengah, 29 November-07 Desember 2017. Pelepasan peserta MQK itu di Pendopo Pemprov Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (27/11/2017).

Kepala Kanwil Kemenag Banten, Bazary Syam mengatakan, Provinsi Banten mengirimkan sebanyak 97 peserta yang terdiri dari 67 peserta, 10 pembina dan 20 pendamping dan official. Mereka akan mengikuti seluruh cabang yang akan dilombakan. “Kami bertekad meraih 3 besar secara nasional. Karena tahun lalu kami nyaris tidak masuk dalam 10 besar,” Ungkap Bazary.

Menurutnya, pada tahun ini beberapa langkah dan strategis telah dilakukan pihaknya untuk memperbaiki penampilan kafilah Banten, diantaranya melakukan seleksi ketat bagi peserta dari kabupaten kota, training center selama tiga hari yang dibina oleh para kiyai. “Ada pendekatan emosional dengan pimpinan pondok pesantren untuk membina peserta,” ucapnya.

“Kami optimis banten tahun ini akan tampil lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu kami memohon doa dan dukungannya kepada Pak Gubernur dan masyarakat Banten,” ujarnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim optimis kafilah Provinsi Banten bisa tampil lebih baik di Jawa Tengah. Pasalnya, jika melihat sejarah, Banten memiliki ulama yanag cukup terkenal seperti Syeikh Nawawi Al-Bantani.

Baca: Ilmuwan Islam, Al-Jazari, Pembuat Robot Pertama di Dunia

“Saya kira buat Banten kan pengarang kitabnya terkenal dari banten. Syekh Nawawi, kalau sampai kalah kebangetan. Dari mana-mana pasti ke Kiyai kiblatnya kesini. Orang-orang dari Jatim mengaguminya. Ziarah berhari-hari dari Surabaya, bahkan setahu saya Abuya Dimyati sebagai korektor tanda baca koma dan sebagainya,” kata Gubernur.

Gubernur juga berjanji jika kafilah Provinsi Banten masuk ke tiga besar nasional, para juaranya akan diberangkatkan ibadah umnroh. “Tidak janji tapi diniatin. DPRD juga ingin anggarakan juga yang berpreatasi dapat beasiswa. Kalau Ponpes memang kewajiban daerah. Saya bilang kasih ponpes mau salafiah maupun modern. Ponpes sudah membantu kita membangun kultur, bukan hanya dunia pendidikan,” jelasnya.

Pemprov Banten saat ini, lanjut Wahidin sedang melakukan revitalisasi kawasan banten lama agar lebih tertata dan rapih. Bahkan pada tahun 2018 mendatang telah dianggarkan 300 Milyar untuk penataan kawasan banten lama.

“Revitalisasi Banten lama kita ingin tertibkan plazanya, depannya ingin buat seprti di Mekkah, kamar mandinya, tempay wudhunya bikin keren,  jadi orang bisa salat malam, jalan masuknya kita cor. Hidupkan kembali suasana keagamaan, jangan sampai orang datang kesana dimintain, berdoa bayar, masuk pasar kumuh,” ungkapnya.

“Silakan ambil retribusinya, tapi jangan dikomersilkan, jangan dipremankan,” sambung WH sapaan akrab Gubernur. (Rilis Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Banten)

Berita Terkait