EkonomiHukum

Harga Kedelai Naik, Disperindag Banten Sidak Gudang Kedelai di Cilegon

Harga kedelai beberapa hari terakhir mengalami kenaikan, yang berimbas ikut meroketnya harga tahu dan tempe di Banten. Gudang penyimpanan kedelai di kawasan Krakatau Bandar Samudera (KBS) pun disidak oleh Disperindag dan Polda Banten.

Hasilnya, terlihat hanya sedikit kedelai yang tersedia di gudang milik PT Centra Grain Terminal (CGT). Selain di CGT, ada lagi gudang kedelai di Pasar Kemis, Tangerang.

Menurut Imam Santoso, Plt Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN), pasokan kedelai terhambat lantaran tersedot ke China yang peemintaan kedelainya sedang tinggi.

Baca:

“Informasi dari pengelola gudang ada 2.100 ton kedelai siap edar. permintaan China meningkat, sehingga kedelai Amerika tersedot oleh kebutuhan China,” kata Plt Kabid PDN Disperindag Banten, Imam Santoso, dilokasi usai sidak, Kamis (07/01/2021).

Imam berharap dengan tersedianya kedelai dan akan datang lagi import dari Amerika besok, Jumat, 08 Januari 2021, harga kedelai, tahu, tempe bisa kembali normal dan mudah diperoleh masyarakat.

Baca Juga:   Pendukung LGBT Terus Tekan Panja Revisi KUHP Agar Tolak Pasal LGBT

“Infonya cukup dengan segitu, seminggu kedepan aman untuk stok kedelai. Kalau harga (kedelai) katanya lebih dari semestinya. Kalau data yang kita peroleh sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 11.500/kg,” jelasnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Bareskrim Polri menelusuri dugaan penimbunan kedelai dengan mengecek sejumlah lokasi. Sejauh ini, Bareskrim telah meninjau gudang-gudang importir kedelai di wilayah Jabodetabek.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan Satgas Pangan bergerak ke gudang penyimpanan kedelai PT Segitiga Agro Mandiri di Bekasi, Jawa Barat. Diketahui, perusahaan ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 7.000 ton kedelai per bulan. Kedelai ini, sebut Argo, biasa digunakan untuk pakan ternak maupun pembuatan minyak kedelai.

“Bahwa kedelai impor tersebut selain diperuntukkan guna pemenuhan industri tahu dan tempe untuk kualitas II juga dipergunakan untuk proses pakan ternak dan proses pembuatan minyak kedelai serta produk turunan lainnya,” kata Argo melalui keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021) seperti yang dilansir detik.com. (Yandhi Deslatama)

Baca Juga:   Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Lebih Rp4.684 Triliun

Yandhi Deslatama

SELENGKAPNYA
Back to top button