Kapolres Cilegon: Gas Oranye dari PT Vopak Bukan Kebocoran, Tapi Reaksi Pembersihan Pipa
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyatakan, perisitwa gas oranye yang menyebar dari PT Vopak Indonesia yang menyebabkan 46 warga di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon bukan peristiwa kebocaran gas, tetapi merupakan reaksi kimia dalam pembersihan pipa saat mengalirkan asam nitrat (HN03) dan nitric Acid.
“Bersama Bapak Wali Kota Cilegon, Bapak Robinsar dan unsur Forkopimda, kami tadi bersama-sama langsung kelokasi untuk memastikan kondisi terkini di PT Vopak. Dari hasil pengecekan sementara, dipastikan tidak ada kebocoran pipa dan tidak ada kebocoran tangki,” ujar Kapolres Cilegon.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Silitonga menjelaskan, insiden tersebut dipicu oleh reaksi kimia saat proses pembersihan pipa yang mengalirkan asam nitrat (HNO3) atau nitric acid.
Proses pembersihan, dilakukan dengan cara mendorong cairan asam nitrat menggunakan gas nitrogen menuju scrubber.
Kemudian, dalam proses tersebut, cairan dialirkan menggunakan selang atau hose dan kemudian bercampur dengan base oil atau minyak pelumas di dalam kempu.
Menurutnya, kempu yang telah terisi campuran tersebut, kemudian ditutup rapat dan ditinggalkan sementara oleh petugas untuk melaksanakan ibadah salat.
“Namun, saat petugas kembali, kondisi kempu terlihat sedikit menggembung akibat tekanan dari reaksi kimia di dalamnya. Ketika tutup kempu dibuka, keluar gas disertai asap berwarna oranye,” jelasnya.
Kapolres menekankan, bahwa kejadian ini murni akibat reaksi kimia internal, bukan karena kegagalan teknis berupa kebocoran fasilitas penyimpanan maupun pipa.
Pihak kepolisian memastikan, situasi telah terkendali dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Pemkot Cilegon juga langsung melakukan tindak lanjut sesuai prosedur, dan dari DLH diturunkan untuk melakukan pengecekan lanjutan, termasuk penelusuran kronologi kejadian serta pengujian kualitas udara,” terang Kapolres.
Mual dan Pusing

Sebelumnya, warga yang berdomilisi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten, mengeluhkan bau menyengat diduga adanya kebocoran gas berwarna oranye dari Pabrik PT Vopak, pada Sabtu siang (31/1/2026) (Baca: Diduga Kebocoran Gas Dari PT Vopak, Puluhan Warga Gerem Cilegon Sesak Nafas).
Bau gas yang menyebut tersebut dikeluhkan warga menyebabkan mual hingga pusing. Secara pasti, sumber bau kimia berasal dari asap gas berwarna kuning yang keluar dari beberapa tangki PT Vopak.
Peristiwa ini memicu kepanikan warga yang berdomisili di sekitar PT Vopak yang merupakan perusahaan jasa penyimpanan dan penanganan (logistik/terminal) produk cair curah, seperti bahan kimia, minyak, gas, dan bahan bakar hayati. Dan juga menyediakan layanan tangki timbun, jetty, dan pipa untuk mendukung industri petrokimia.
Dari keterangan warga, kepulan gas berwarna oranye terlihat keluar dari area tangki PT Vopax sejak siang hari.
Sejumlah warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi menjelaskan, mereka tidak mendengar suara ledakan.
“Awalnya hanya suara seperti ban mobil kempes, kemudian ada bau menyengat dan agak membuat sesak nafas,” ujar beberapa warga berada disekitar PT Vopak. (Penulis : Daeng Yusvin)



