Manfaat Buah Pace: Dari Anti Hipertensi Hingga Anti Oksidan

Tanaman Pace memiliki nama ilmiah Morinda citrifolia Linn. Namun tanaman ini lebih dikenal dengan nama Mengkudu. Buah ini banyak ditemukan di Australia, India dan Asia Tengga termasuk Indonesia.

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3–8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Batang tanaman Pace (Mengkudu) tidak begitu besar, mempunyai tinggi pohon sekitar 3- 8 meter. Tanaman mengkudu memiliki bunya yang berbentuk bongkol berwarna putih. Buah Pace ini berwarna hijau dan memiliki bentuk yang lonjong dengan variasi cokelat diseluruh bagian kulitnya.

Buah Mengkudu dikenal sebagai tanaman obat, memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang sangat berperan dalam keefektifan mencegah beberapa penyakit berbahaya seperti diabetes, artritis, hipertensi, kanker dan pencernaan ( Chang – hong dkk, 2007).

Baca:

Senyawa aktif yang terkandung dallam tanaman pace diantranya yakni: Alkaloid, Skopoletin, asam oktanoat, kalium, vitamin C, antrakuinon, sitosterol, glikosida flavon, karoten, asam karilat, aukubun, L – asperulosida, asam ursolat, asam linoleat, alizarin, pro – xerone dan terpenoid (Wang dkk., 2002).

Khasiat Buah Pace

1. Antihipertensi

Buah pace mengandung senyawa aktif skopoletin dan Xeronin. Senyawa aktif ini berguna sebagai obat anti hipertensi. Penyakit ini termasuk penyakit berbahaya yang dikenal sebagai silent killer. Karena penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala yang tidak begitu spesifik selama tidak ada komplikasi misalnya kerusakan organ jantung, otak dan ginjal.

Kandungan Skopoletin pada buah pace ini mampu menurunkan resistensi perifer, jadi senyawa aktif Skopoletin ini dapat membuka penyempitan pada Pembuluh darah sehingga mengurangi beban kerja jantung dalam pemompaan darah, dan menyebabkan tekanan darah menurun dan mejadikan pemompaan darah menjadi normal.

2. Anti Bakteri

Buha Pace juga memiliki senyawa aktif lainnya yakni senyawa aukubin, asperlosida, alizarin dan senyawa turunan antrakuinon lainnya. Senyawa ini mampu berperan sebagai anti bakteri (Winarti, 2005). Senyawa Antrakuinon dapat menghambat penyebaran dan pertumbuhan dari beberapa bakteri, diantaranya yakni bakteri Stephylococcus aureus, Salmonela sp. Pseudomonas aeruginosa, Bacilu subtilis, Shigela sp, Proteus morganjj dan Escherichia coli.

Buah pace dengan tingkat kematangan yang berbeda tentunya akan memiliki kemampuan keefektifan dalam penghambatan terhadap bakteri yang berbeda pula. Buah yang matang efektif untuk menghambat beberapa bakteri di antaranya shignela porodys strains, salmonella typhosa, Pseudomonas aeruginosa dll. Kemudian untuk buah pace yang belum matang juga dapat menghambat bakteri Salmonella typhosa dan Salmonella paradays strain ( Bushnell dkk, 1950).

3. Anti oksidan

Selanjutnya buah pace juga memiliki senyawa aktif β – karotin diketahui mampu menjadi obat antioksidan yakni dengan penghambatan radikal bebas sebesar 69, 44 +_ 0,4% dengan pemberian memberikan mg/ml ekstrak buah pace, kandungan meristisin, limonen, euganol, dan terpen 4-0l dalam minyak esensi buah pace memang berfungsi sebagai anti oksidan dan antiangiogenesis ( Piaru dkk, 2012). (*)

Tulisan ini dikirim oleh: Wilda Syafira, Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Sains UIN SMH Banten


Apakah Artikel Ini Bermanfaat? Silakan Berikan DONASI ANDA. Klik Tombol Di Bawah Ini.
donate button

Berita Terkait