Otoritas Inggris Selidiki Google dan Facebook Eksploitasi Data Pribadi

Otoritas Inggris Selidiki Google dan Facebook
Foto: Istimewa

Kepala Eksekutif Otoritas Pasar dan Kompetisi Inggris (CMA) Andrea Coscelli mengatakan, tengah menyelidiki cara Google dan Facebook mengumpulkan dan mengeksploitasi data pribadi untuk digunakan kepentingan iklan.

CMA juga menyelidikan kedua platform itu menggunakan kekuatannya untuk mendominasi pasar iklan digital Inggris senilai 13 miliar pounsterling. “Bagaimana mereka menghasilkan uang dari konten mereka melalui iklan digital, dan apa artinya ini untuk kompetisi,” kata Andrea Coscelli, Kamis (4/7/2019).

CMA memang tengah menggelar studi pasar di dunia digital akan membantu lebih jauh untuk melihat cara kerja platform online. Terutama bagaimana mereka mengumpulkan dan menggunakan data pribadi.

Investigasi tersebut dilakukan CMA, terhadap dua pemain terbesar yakni Google dan Facebook. Ini untuk melihat apakah konsumen mampu dan mau mengendalikan bagaimana data tentang mereka digunakan dan dikumpulkan.

Baca:

Temuan dari pekerjaan tersebut akan digunakan untuk memengaruhi arah kebijakan dan regulasi di sektor digital. Pada Maret lalu, kanselir Philip Hammond meminta CMA untuk meninjau pasar periklanan digital setelah rekomendasi yang dibuat dalam laporan independen untuk Departemen Keuangan oleh Jason Furman.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa studi pasar formal harus diluncurkan ke pasar iklan digital Inggris yang didominasi oleh dua pemain tersebut dan terjadi kurangnya transparansi.

Tahun lalu, dua pengiklan terbesar di dunia, Procter & Gamble dan Unilever, mengancam akan menarik iklan dari Facebook dan YouTube Google kecuali jika jejaring sosial itu membersihkan berbagai “sampahnya”.

Dalam tinjauan Furman, seorang profesor dari Harvard, disebutkan bahwa unit pasar digital baru harus didirikan di Whitehall dan dikelola oleh orang-orang dengan keahlian teknologi dan dilengkapi dengan kekuatan untuk mengatur dan menegakkan persaingan yang lebih besar. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait