Ponpes Malnu Pusat Menes Gelar Menangkal Paham Radikalisme

Foto: Beni Madsira

Ponpes Malnu Pusat Menes menggelar acara Halaqoh Kebangsaan, Menangkal Paham Radikalisme di Aula Ponpes Malnu Pusat Menes, Kabupaten Pandeglang, Jumat (6/4/2018). Acara ini hasil kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang dan Tim Satgas Baintelkam Mabes Polri.

“Tugas kita melindungi negara, untuk mengantisipasi adanya kelompok radikal agama yang anti pancasila. Namun, apabila antara ulama dan umarah menyatu negara akan aman dan kondusif. Umat Islam wajib menjaga keutuhan Bangsa Indoensia,” kata KH Tb Hamdi Ma’ani, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang.

Narasumber dari acara ini adalah AKBP Indra Lutrianto Amstono (Kapolres Pandeglang) dan Brigjen TNI Danny Gaothama SH ( Kepala BIN Daerah Provinsi Banten).

“Kita harus menjadi orang muslim yang taat kepada Allah, sehingga kita bisa mencintai kedamaian, sesuai dengan ajaran Islam. Apalagi, kemerdekaan ini diperjuangkan oleh para ulama dan yang mayoritas orang islam. Sehingga, warga Indonesia berkewajiban menjaga keamanan dan keutuhan NKRI yang dibentengi Pancasila, UUD 45, dan Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya.

Baca: Festival Sholawat Pandeglang Dihadiri Puluhah Ribu Warga di Alun-alun

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriano Amstono mengatakan, paham radikal adalah suatu paham atau idiologi yang menuntut perubahan  atau sistem sosial dan politik secara kekerasan. Tugas pokok kepolisian salah satunya dengan melakukan sosialisasi, melakukan pendataan kepada kelompok radikal, dan penegakan hukum.

“Selain itu yang saat ini terjadi ada berita-berita Hoax, sehingga bisa mempengaruhi pembacanya karena sering dibaca berulang-ulang sehingga dianggap kebenaran. Tentunya hoax dapat menimbulkan atau pemicu keributan, persekusi atau main hakim sendiri, atau menebar kebencian. Bahkan di Pandeglang juga benar sudah terjadi,” ujarnya.

Kata Kapolres Pandeglang, untuk menangkal baik hoax maupun paham radikal tersebut, sehingga semua elemen masyarakat harus bersinergi. “Ulama, TNI dan Polri harus bersatu, sehingga keutuhan NKRI tersebut akan tetap terjaga. Untuk itu kita juga harus berhati-hati ketika menerima berita yang belum tentu kebenarannya, apalagi sampai membagikan kembali berita hoax tersebut,” katanya.

Sementara itu, Brigadir Bambang Chaironi dari Tim Satgas Baintelkam Mabes Polri dipimpin¬† Kompol Rezky Suryawijaya, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menangkal paham radikal. Karena selama ini sudah menjadi keresahan di masyarakat. “Saat ini paham radikal cukup menjadi kegelisahan sebagai putra dan putri Indonesia, untuk itu menjaga kerukunan sehingga tidak terpengaruh oleh paham radikal dan berita hoax. Terutama bagi anak muda sebagai generasi bangsa,” ucapnya. (Beni Madsira)

Berita Terkait