Presiden Tinjau 3 Lokasi Bom Surabaya, Korban Tewas Bertambah Jadi 11 Orang

Foto: republika.co.id

Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi pengeboman yakni Gereja Kristen Indonesia yang berada di jalan Diponegoro. Ia mengenakan kemaja panjang putih dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.33 WIB, Minggu (13/5/2018).

Keterangan yang dihimpun MediaBanten.Com dari berbagai sumber menyebutkan, Presiden RI melihat di sekitar dan kemudian sempat masuk ke dalam gereja. Tampak mendampingi Kapolri Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Hadi Tjahyanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan. Di lokasi tersebut, sisa-sisa pengeboman masih berserakan.

Usai sekitar lima menit meninjau lokasi, Jokowi pun berpindah ke Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna. Di sana Kapolri Tito kembali memberikan penjelasan terkait dengan situasi dan kondisi di tempat kejadian kepada Jokowi. Di gereja ini, Jokowi lebih lama berbincang dan memantau kondisi gereja yang masih porak poranda.

Ledakan bom terjadi di Surabaya, Minggu pagi (13/5/2018) sekitar pukul 06.30=07.00 WIB. Ledakan bom terjadi di tiga gereja yang ada di sana. Tiga gereja yang dimaksud adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna, dan Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel.

Baca: Minggu Sore Diketahui, 10 Meninggal dan 41 Luka Parah Korban Ledakan Bom 3 Geraja di Surabaya

Sementara itu, Polda Jatim mengatakan korban tewas serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi bertambah menjadi 11 orang. Sementara itu, 41 lainnya terluka dalam insiden tersebut.

“Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa korban lain meninggal di Ngagel dan total 41 korban luka-luka dirawat di rumah sakit,” kata Kombes Pol Frans Barung Mengera, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur.

Barung mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan memberikan rincian lebih lanjut, akan didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal Purnawirawan Wiranto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Badan Intelijen Kepala Negara (BIN) Jenderal Purnawirawan Budi Gunawan, saat mengunjungi para korban di rumah sakit.

Setelah meninjau korban di rumah sakit, Presiden juga berencana mengunjungi lokasi gereja yang diserang. Presiden akan memberikan informasi terkait dengan serangan bom di Surabaya di Mabes Polri Jawa Timur. “Presiden akan memberikan pernyataan kepada media di gedung Tribrata, didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Kapolri, Kepala BIN, Gubernur Jawa Timur dan Pangdam,” dia kata.

Serangan bom terjadi di tiga gereja di ibukota provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Minggu pagi , kata polisi. “Serangan bom terjadi di tiga lokasi, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI (Gereja Kristen Indonesia) di Jalan Diponegoro, dan sebuah gereja di Jalan Arjuna,” kata Frans Barung Mangera .

Polisi telah melakukan investigasi di tiga lokasi, katanya. Ledakan di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela telah menewaskan dua orang dan melukai 13 orang lainnya. “Saat ini hanya ada tiga lokasi. Jangan percaya informasi yang menyesatkan bahwa (bom itu) meledak di lima lokasi atau yang lain,” tambahnya.

Polisi akan membagikan informasi terbaru tentang para korban serta insiden di tiga lokasi. “Beri kami waktu untuk melakukan penyelidikan di lokasi. Kami akan memiliki pusat media untuk wartawan,” katanya.

Barung mengatakan, bom di Gereja Santa Maria meledak pada jam 7.30 pagi, sementara dua bom lainnya di Gereja GKI dan Pantekosta pukul 7.35 pagi dan 8.00 pagi. (Dari berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait