Sachrudin Minta Warga Kota Tangerang Tidak Buang Sampah Rumah Tangga Ke Sungai
Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah rumah tangga ke sungai maupun kali karena dapat menghambat aliran air dan menyebabkan air melimpas ketika debit air mengalami kenaikan.
“Ini yang menyebabkan terjadi pendangkalan. Sampah rumah tangga dengan ukuran besar begitu jadi menghambat aliran dan menyebabkan air melimpas ketika ada kenaikan debit,” kata Wali Kota Tangerang Sachrudin di Puspemkot Tangerang, Senin.
Dia mengemukakan hal tersebut setelah menemukan masih banyak perabot rumah tangga seperti kasur, lemari dan lainnya yang dibuang di sungai maupun kali saat melakukan kegiatan susur sungai pekan lalu.
Ia mengatakan, meski sampah tersebut belum diketahui asal usul pembuangan sebab kali angke mengalir dari wilayah lain seperti Kota Tangerang Selatan dan lainnya.
Namun demikian, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah adalah jadi prioritas, apalagi saat ini Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan normalisasi dalam mengatasi pendangkalan.
“Mari bersama kita bangun kesadaran dalam menjaga lingkungan. Kali dan sungai adalah sumber kehidupan, jangan sampah menjadi bencana bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan penanganan banjir membutuhkan lebih dari sekadar penanganan di titik genangan. Pembenahan aliran sungai, mulai dari pendangkalan hingga penyempitan, menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong kolaborasi lintas pemerintahan agar persoalan banjir dapat ditangani dari akar permasalahannya.
Perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten yang turun langsung melihat kondisi di lapangan menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mendorong penanganan yang lebih terarah melalui sinergi seluruh pihak, mengingat persoalan Sungai Angke berdampak terhadap sejumlah wilayah.
“Aliran Kali Angke ini merupakan salah satu kawasan rawan banjir, dengan lebih dari tujuh titik yang perlu mendapat perhatian. Dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan, mudah-mudahan persoalan ini bisa kita atasi bersama,” ujar Sachrudin.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo mengatakan persoalan pendangkalan dan penyempitan aliran Kali Angke yang menjadi salah satu faktor pemicu banjir di wilayah Tangerang Selatan, Kota Tangerang hingga Jakarta.
Doddy mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan dan informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terdapat dua persoalan utama di Kali Angke, yakni pendangkalan akibat sedimentasi serta penyempitan badan sungai yang menyebabkan kapasitas tampung air berkurang.
Menurut dia, penanganan Kali Angke tidak cukup hanya melalui pengerukan atau normalisasi untuk mengatasi pendangkalan. Pemerintah juga harus melakukan pelebaran pada bagian sungai yang mengalami penyempitan agar kapasitas aliran air dapat dikembalikan mendekati kondisi semula.
Doddy mengungkapkan, rencana pekerjaan normalisasi yang telah disiapkan jajaran balai sebelumnya diperkirakan dapat diselesaikan pada Desember. Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia meminta agar penanganan tidak hanya berfokus pada pengerukan, tetapi juga mencakup persoalan penyempitan sungai. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)



