Selama Musim Haji, 4.000 Ton Sampah Per Hari Ditangani Smart Waste System Kota Makkah

Foto: Istimewa

Sebanyak 4.000 ton sampah per hari dikelola dengan Smart Waste System atau sistem pengtelolaan sampah cerdas yang menggunakan teknologi digital dan aplikasi dan smartphone.

“Setiap hari kami mengelola sekitar 4.000 ton sampah selama musim haji, artinya ada sekitar 40.000 ton sampah dalam sepuluh hari selama memasuki musim haji hingga selesai,” kata Wakil Menteri untuk Urusan Perkotaan, Ibrahim Altohaimi kepada para wartawan dari enam negara saat mengunjungi kantor pengelolaan sampah di Makkah, belum lama ini.

Sampah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Makkah meliputi area Makkah Haram, area Mina, Muzdalifa dan Arafat. Di area Mina seluas 7,85 kilometer persegi, ada sekitar 4 juta jamaah yang menginap selama empat hari, dan jumlah sampah yang dikumpulkan sekitar 14.032 ton.

Sementara itu di Muzdalifa seluas 11,98 kilometer persegi, 4 juta jamaah akan menginap selama satu malam dan jumlah sampah sekitar 2.322 ton. Di area Arafat seluas 12,24 kilometer persegu, diperkirakan 17.144 ton sampah dibuang oleh para jamaah yang meningap selam satu malam di tempat ini.

Baca: Wagub Banten Lepas 200 Petugas Haji Musim 1439 H/2018 M

Dia menjelaskan bahwa sampah yang dikumpulkan dibawa ke “engineering landfill”, yakni sebuah lahan seluas 1,5 kilometer persegi di luar kota Makkah yang telah disiapkan dengan teknologi tinggi untuk menguburkan sampah.

Lahan tersebut digali dengan kedalaman tertentu, kemudian di dasar lubang diletakkan lembaran geomembran. Sampah yang dikuburkan di fasilitas itu ditimbun dari satu sisi yang mengarah ke sisi lainnya.

Ibrahim mengatakan di lahan tersebut sampah akan terurai dalam waktu 20 – 50 tahun. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah cerdas yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Makkah dengan teknologi digital memungkinkan para petugas memonitor kondisi kebersihan kota suci umat Islam tersebut secara akurat selama 24 jam sepanjang hari, seperti jumlah tempat sampah yang ada di seluruh area Makkah, volume sampah di dalam setiap tempat sampah, dan jadwal pembersihan.

Hal ini dimungkinkan karena setiap tempat sampah dilengkapi sensor yang akan mengirimkan data ke kantor pusat, juga ke aplikasi gawai. Bahkan, jika masyarakat menemukan ada tumpukan sampah yang belum ditangani di suatu tempat, mereka dapat mengambil gambar dan mengirimkannya ke pusat pengelolaan sampah.

Para petugas di kantor itu dengan segera mengetahui lokasinya, dan mengirimkan petugas kebersihan untuk menangani sampah tersebut. “Dalam waktu cepat, sampah-sampah itu dibuang dan lokasi tersebut menjadi bersih,” kata Ibrahim.

Dia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Makkah juga memiliki program pendidikan bagi masyarakat, termasuk untuk anak-anak sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar, dalam hal menjaga kebersihan dan memelihara keindahan Kota Makkah. (dikutip dari republika.co.id / Iman Nur Rosyadi)

Berita Terkait