Seorang Ibu Melahirkan di Pasawat Lion Air Makasar-Kendari

Foto: Google

Lion Air dengan kode penerbangan JT-996 membenarkan seorang penumpang bernama Ufa yang duduk di nomor 34B melahirkan di dalam kabin pesawat. Kelahiran itu terjadi saat pesawat dari Bandara Sultan Hasanudin (Makasar) mendarat dengan sempurna dan berada di landasan parkir di Bandara Haluole, Kendari, Jumat (26/10/2018), pukul 20.00 WITA.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers Humas Lion Air Group yang diterima MediaBanten.Com, Minggu (28/10/2018) menyebutkan, ketika awak kabin (flight attendant/ FA) bersiap untuk proses penurunan seluruh penumpang dari kabin (disembark), FA di bagian belakang mendapatkan informasi ada salah satu penumpang dalam keadaan sedang mengandung (hamil) membutuhkan bantuan berupa kursi roda.

Salah satu pendamping yang merupakan suaminya menginformasikan penumpang dimaksud mengeluh kesakitan di perut karena kontraksi. Awak kabin bertindak cepat dan berkoordinasi guna mempersiapkan perlengkapan medis yang dibutuhkan (medical kit) dalam situasi darurat dan membutuhkan pertolongan cepat. Pada penerbangan JT-996 tidak terdapat penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter atau bidan, oleh karena itu FA berkomunikasi kepada petugas layanan darat (ground handling) untuk mendatangkan dokter dari Balai Kesehatan Pelabuhan (port health).

Pimpinan awak kabin Natasya Jovani bersama pramugari lainnya telah menjalankan standar prosedur penanganan penumpang khusus di pesawat. Ufa dibaringkan kursi nomor 34 ABC dengan menunggu penumpang lainnya turun dari kabin. Atas kerjasama kru yang tepat, proses persalinan telah dilakukan secara baik, Ufa melahirkan seorang bayi laki-laki. Setelah proses persalinan, tim medis tiba di kabin dan segera membawa Ufa bersama bayinya ke rumah sakit terdekat guna tindakan medis yaitu perawatan selanjutnya.

Baca: Perputaran Fintech Masih Rp9 T, Kominfo Dorong Buka Pasar Baru

Sebagai informasi, pada saat sebelum masuk ke kabin (pre-boarding) di Makassar, petugas layanan di pintu keberangkatan (staff gate) Lion Air sudah melakukan pengumuman berupa himbauan melapor kembali dengan melengkapi dokumen bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus seperti membawa bayi (infant) dibawah usia tujuh bulan serta bepergian dalam kondisi hamil. Sesaat setelah pengumuman dilakukan, Ufa bersama dua penumpang pendamping melapor.

Sesuai aturan dan prosedur, maka penumpang tersebut harus menandatangai surat pernyataan (pregnant mother). Berdasarkan pengakuan maupun kondisi sebenarnya, bahwa usia kehamilan mencapai enam bulan (24 minggu).

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan sehubungan layanan nomor penerbangan JT-996 dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) tujuan Bandar Udara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (KDI) beroperasi normal dan dijalankan sesuai ketentuan.

Lion Air JT-996 mengudara dengan jadwal keberangkatan pukul 19.20 WITA yang menggunakan pesawat Boeing 737-800NG, membawa tujuh kru dan 189 penumpang. Lion Air sudah mendarat di Kendari pada 20.00 WITA, pada Jumat (26/ 10).

Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat, bahwa menurut standar prosedur layanan penerbangan, agar selalu memberikan informasi secara rinci/ jelas/ sesuai keadaan sebenarnya jika sedang hamil kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in.

Untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter keterangan kehamilan serta menyetujui/ menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity guna diizinkan melakukan perjalanan udara.

Untuk usia kehamilan 28 – 35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel/ medical information) resmi dari dokter dengan catatan tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan serta tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity. Untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan. (Siaran Pers Humas Lion Air Group)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait