Lingkungan

Sudah 23 Hari, Kampung Kuranji di Kab Serang Direndam Banjir

Hingga Rabu (4/2/2026), sudah 23 hari banjir menggenangi Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. Genangan air yang tak kunjung surut membuat aktivitas warga setempat terhambat total.

Ahmad Hilmi (50), salah satu warga di Kampung Kuranji, Rabu (4/2/2026), mengatakan bahwa kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi, menyebabkan debit air di permukiman warga kembali mengalami kenaikan.

Menurutnya akses jalan desa yang terendam lumpur dan air menyulitkan warga untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah hampir sebulan, tepatnya 23 hari air menggenang. Aktivitas kami lumpuh, mau keluar kampung susah karena jalan terendam. Apalagi hari ini air naik lagi, jadi kami cuma bisa bertahan di rumah atau di pengungsian,” ujarnya.

Ia menambahkan, lamanya durasi banjir membuat warga mulai kelelahan secara fisik dan mental. Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut agar air bisa segera surut, mengingat bantuan logistik yang mereka miliki semakin menipis.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan wilayah Kecamatan Binuang menjadi salah satu dari empat kecamatan yang masih tergenang banjir bersama Carenang, Tanara, dan Kibin.

Data BPBD mencatat adanya kenaikan muka air di lokasi tersebut. TMA (Tinggi Muka Air) Banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang kembali naik antara 5 hingga 50 sentimeter.

“Akibat kondisi ini, tercatat sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji masih harus mengungsi,” ujarnya.

Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Serang telah mengirimkan bantuan alat penyedot air (alkon) ke Kampung Kuranji guna mempercepat pengurangan debit air. Pemerintah Kabupaten Serang sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana mengingat dampak meluas di 92 desa di seluruh kabupaten.

Selain penyedotan air, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan untuk menangani sisa lumpur jika air mulai surut. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button