Pemkot Cari Investor Pengelola Sampah di Kota Serang

Waikota Serang Bicara Sampah
Foto: Sofi Mahalali

Pemerintah Kota(Pemkot) Serang tengah mencari investor yang mau mengelola sampah diTempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. “Sudah ada investoryang datang ke sini, kayaknya belum ada yang serius,” kataSyafrudin, Walikota Serang kepada wartawan di Kawasan PusatPemerintahan Kota Serang, Senin (8/7/2019).

Namun WalikotaSerang tidak menjelaskan penyebab para investor itu tidak seriusberinvestasi di bidang persampahan. Sebab mereka biasanya menghitungvolume sampah yang dihasilkan suatu daerah dan keteraturan dalampengangkutan sampah ke TPSA.

Walikota Serangmembenarkan, sampah di kotanya belum tertangani secara optimal.Penyebabnya adalah TPSA Cilowong sudah penuh dan tidak akan mampumenampung sampah yang dihasilkan warganya. Karena itu dia berharap,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dapat membangun TPSA sendiri.Sebab, ada sampah dari wilayah Kabupaten Serang dibuang ke TPSACilowong.

“Keadaan TPAdi Cilowong ini sudah penuh, kami juga berharap Pemkab itu juga harusdapat membuat TPA sendiri,” ungkapnya.

Sementara in,Pemkot Serang mencoba mengatasi kesulitan penanganan sampah dengancara menambah 6 unit armada sampah, Amrol dan kontainer. Selain itu,Pemkot Serang berencana menambah petugas kebersihan pada tahun 2020.

Baca:

Sudah Dianggarkan

“Armada pengangkut sampah tahun ini sudah dianggarkan untuk penambahan 6 unit aramada, kemudian Amrol, dan kontainer. Sudah ada, hanya lagi proses lelang,” katanya.

Sementara KabidPengolahan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DinasLingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, tahunini sudah menempatkan petugas kebersihan di tingkat kecamatan dankelurahan. Selain itu, guna mengurangi sampah yang dibuang, pihaknyamemiliki rencana membentuk bank sampah minimal per-RW satu banksampah.

“Tujuannyauntuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengelola sampah,”katanya.

Ajat menuturkan,sesuai dengan kebijakan strategi nasional bahwa pengelolaan sampahsekitar 70% oleh pemerintah, dan 30% pengurangan dilakukan olehmasyarakat. Untuk itu Ajat mengaku, langkah awal yakni denganmembentuk bank-bank sampah.

“Saat iniyang sudah terbentuk yakni sekitar 80 bank sampah, namun aktivitasnyamasih belum maksimal. Sehingga hanya baru sekitar 19 bank sampah yangsudah melakukan penimbangan sampah menjadi rongsokan,” katanya.

Ajat menyebutkan,adapun untuk pengolahan sampah menjadi kompos, pelet, bio gas, masihdalam pengembangan. Ia mengaku, saat ini Dinas Lingkungan Hidup KotaSerang telah meminta para petugas untuk merubah sampah pelastikmenjadi Ecobreak.

“Jadipelastiknya nanti dimasukan kedalam botol plastik, dan botol plastikyang sudah dimasukin pelastik secara padat nantinya akan bisa dibuatseperti dingklik, kursi, meja, dan lainnya,” ujar Ajat. (SofiMahalali)

Berita Terkait