Armada dan Personel Terbatas, DLH Kota Serang Kesulitan Tangani Sampah

Pemerintah Kota(Pemkot) Serang kesulitan untuk menangani sampah. Dari 360 ton sampahyang dihasilkan setiap hari, hanya 75-80 ton sampah yang mampudiangkut petugas kebersihan dan dibuang ke tempat pembuangan sampahakhir (TPA) Cilowong.

“Dengankapasitas ketersediaan armada yang kita punya saat ini, dan personelkebersihan sebanyak 648, belum bisa mengangkut jumlah sampah sebanyak360 ton setiap harinya secara keseluruhan,” kata Kepala DinasLingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto yang dihubungiMediaBanten.Com, Rabu(19/6/2019).

Kadis LH KotaSerang mengemukakan, masalah utama adalah keterbatasan armada danpetugas kebersiha. “Kami menyiasati dengan cara menambah trip atauperjalanan truk pengangkut sampah. Tetapi tetap tidak bisa maksimal,”katanya.

Berdasarkan datadari DLH Kota Serang, penghasil sampah terbanyak ada di KecamatanSerang, sebanyak 113,2 ton per hari. Disusul Taktakan sebanyak 72,8ton, Walantaka 43,7 ton, Cipocok Jaya 42,4 ton, Curug 26,3 ton.Adapun Kecamatan Kasemen, DLH mengaku belum memiliki datanya.

Baca:

“Persoalannyatidak hanya memindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tapimengurusi dari hulu ke hilir. Masyarakat diharapkan membuang sampahdi TPS yang sudah kita siapkan, sehingga mudah untuk di angkut,”terangnya.

Warga Kota Serangberjumlah sekitar 645.000 orang. Sampah terbanyak dihasilkan daripertokoan hingga pusat perbelanjaan. Faktor jumlah sampah tersebutjuga disebabkan jumlah warga yang beraktivitas di Kota Serangmeningkat saat siang hari. Penambahan ini diyakini menambah

Kadis DLH KotaSerang ini juga berencana memperluas Tempat Pembuangan Sampah Akhir(TPSA) Cilowong. Dia mewacanakan perluasan lahan TPSA sebanyak 2,5Hektar, dari luas lahan saat ini yang berjumlah 14,2 Hektar.

“Sayarencanakan untuk memperluas TPSA Cilowong sekitar 2,5 Hektar, yaitu1,5 Hektar untuk lahan pendamping, sementara satu hektar lagi untuklahan edukasi. Jadi TPSA bukan hanya sebagai tempat pembuangansampah, tapi juga tempat edukasi, seperti pembuatan briket danpembuatan pupuk dari sampah,” jelasnya. (IN Rosyadi)

Berita Terkait