Koperasi UMKM

Pemkab Lebak Dorong Produksi Ikan Tawar Untuk Penuhi Permintaan MBG

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendorong peningkatan produksi ikan tawar dapat memenuhi permintaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Kamis, mengatakan pemerintah daerah bekerja keras agar produksi ikan tawar bisa memenuhi permintaan dapur SPPG sesuai kebijakan Bupati Hasbi Asyidiki. Harapannya, upaya itu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah tersebut.

Saat ini, pasokan ikan untuk kebutuhan konsumsi program MBG masih didatangkan dari luar daerah.

Ia mengatakan pemkab optimistis ke depan produksi ikan tawar dapat memenuhi permintaan SPPG, sehingga dipastikan dapat menggulirkan pendapatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami meyakini potensi produksi ikan tawar di daerah ini bisa terwujud swasembada ikan,” kata Deni.

Menurut Deni, untuk mencapai swasembada ikan tawar dan memenuhi permintaan SPPG tersebut di antaranya kini melakukan perbaikan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI), seperti kolam juga penyediaan air bersih.

Selama ini, kebutuhan pembenihan ikan tawar sekitar 2 juta benih per tahun, sedangkan permintaan bagi Unit Pembenihan Rakyat (UPR) baru tercapai 100 ribu benih.

Dengan perbaikan sarana prasarana BBI l, ia mengatakan dipastikan produksi pembenihan ikan bisa terpenuhi untuk UPR setempat.

Selain itu juga pemberdayaan kelompok peternak budidaya ikan, bagaimana mereka bisa meningkatkan produksi ikan juga peningkatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan benih ikan tawar secara bertahap terhadap 660 kelompok pembudidaya ikan.

Ia mengatakan disamping itu juga pengoptimalan penyuluh agar pembudidaya ikan bisa mengubah sikap perilaku dan ketrampilan cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

“Jika langkah-langka itu terealisasi dipastikan Lebak sebagai sentra ikan tawar di Banten dan memenuhi permintaan SPPG itu,” kata Lelaki Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ia mengatakan kebutuhan ikan tawar program MBG diperkirakan sekitar 500 kilogram per SPPG dengan berat 4 ekor per kg, sehingga dapat memenuhi sasaran 2.500-3.000 penerima manfaat.

Selama ini, lanjutnya, produksi ikan tawar tahun 2025 mencapai 4.000 ton dengan perguliran uang Rp141 miliar, namun tahun 2026 ditargetkan 5.000 ton ikan terdiri dari emas, nila, gurame, patin, bawal, udang vaname dan lele.

“Kami tahun ini akan menyalurkan bantuan benih ikan tawar kepada 18 kelompok dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan satu kelompok dari Dinas Perikanan Banten sudah terealisasi disalurkan benih ikan lele,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button