Terancam Gagal Menikah, Sopir Mikrolet Terjerat Narkoba

Foto: Yono

SR, 43, sopir mikrolet di Jakarta terancam gagal menikahi janda idamannya lantaran tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba. Supir angkot jurusan Perumnas Klender – Kp Melayu ini ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Serang usai mengambil barang pesanannya di gerbang Perumahan Taman Ciruas Permai, Jalan Raya Serang-Jakartan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

“Rencananya saya akan menikah bulan Mei mendatang. Setelah ditangkap, saya tidak tahu apakah calon isteri maupun keluarganya masih mau menerima saya,” ungkap SR ditemui di ruangan Satuan Reserse Narkoba Polres Serang, Selasa (6/2/2018).

Sopir angkot asal Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang ini mengatakan sebelum ditangkap dia akan melaksanakan pesta sabu bersama rekan sopir mikrolet di tempat kontrakannya di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Tersangka memesan barang haram kepada pengedar melalui telepon. Setelah mentransfer uang urunan, tersangka datang ke lokasi yang ditentukan untuk mengambil sabu pesanan.   “Setelah mengambil sabu pesanan dan baru saja di masukan dalam saku celana, saya langsung ditangkap,” kata RS.

Baca: Jenazah ABK Sri Mulya Ditemukan di Pontang

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Serang AKP Nana Supriyatna menjelaskan tersangka Riz ditangkap usai mengambil pesanan sabu pada Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Bermula dari informasi warga setempat yang mencurigai gerak-gerak pelaku. Berbekal dari laporan warga, tim anti narkotika langsung bergerak ke lokasi. Setelah mengawasi gerak-gerik tersangka dan menangkap setelah mengambil bungkus rokok di pinggir jalan.

“Setelah diperiksa dari dalam bungkus rokok terselip tiga plastik bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu,” ungkap Kasat.

Kasat menjelaskan dalam pemeriksaan tersangka mengatakan tidak mengenali identitas pelaku yang mengirimkan sabu karena baru sekali membeli. Tersangka SR mengaku memesan sabu melalui komunikasi telepon. Saat petugas mencoba menghubungi kembali nomer telepon yang digunakan SR untuk memesan sabu tidak aktif lagi.

“Tersangka mengatakan baru sekali membeli sabu oleh karenanya SR tidak mengetahui identitas si pengedar. Pengakuannya, sabu dibeli untuk dipake bersama teman-teman sesama sopir di Jakarta,” kata Nana. (Yono)

Berita Terkait