Turun Ke Waspada, Polda Banten Minta Warga Tetap Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau
Meski status turun dari Siaga (level III) ke Waspada (Level II), Kepolsian Daerah (Polda) Banten mengimbau warga tetap mewaspadai erupsi GAK atau Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea di Serang, Selasa, mengatakan berdasarkan laporan aktivitas GAK pada Senin (5/10), pukul 00.00–24.00 WIB dari Badan Geologi, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG ) melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, teramati empat kali letusan dengan amplitudo 39–55 mm dan durasi 20–798 detik.
Selain itu, tercatat aktivitas kegempaan berupa dua kali gempa Low Frequency, lima kali gempa hybrid/fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal dan satu kali gempa vulkanik dalam. Selain itu, tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm, dominan 2 mm.
Kondisi GAK teramati jelas hingga kabut 0–III, sedangkan asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung api dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.
”Kami minta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada serta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari instansi yang berwenang,” katanya.
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, katanya, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan mendekati GAK atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Apabila menerima informasi mengenai aktivitas GAK, katanya, masyarakat harus memastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan.
Polda Banten terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan informasi mengenai kondisi GAK dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
”Masyarakat kami harapkan tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan situasi. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Maruli. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)



