Warga Kampung Bojong Gedung Tewas Tercebur Sumur
Madsura, 60 tahun, warga Kampung Bojong Gadung, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, meninggal dunia setelah tercebur sumur di belakang rumah adik kandungnya, Kamis, 22 Januari 2026 sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah membantu adik kandungnya membangun kandang bebek di belakang rumah milik Sapnah, adik kandungnya yang tidak jauh dari rumah korban.
Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui setelah Irig, tetangga korban mendengar suara teriakan minta tolong dari arah belakang rumah.
“Awalnya saksi mendengar suara minta tolong dari arah belakang rumahnya,” ujar AKP Desma Priatna didampingi Kanit Reskrim Ipda Dhenny Hariyanto.
Mendengar teriakan tersebut, saksi Irig Ira Aryanti kemudian berusaha mencari sumber suara dengan mendatangi Mudai, salah satu warga sekitar, untuk bersama-sama memastikan asal suara tersebut.
Setelah dilakukan pengecekan, keduanya menemukan sebuah sumur lama yang sudah tidak terpakai dalam kondisi terbuka, padahal sebelumnya sumur tersebut diketahui tertutup.
“Saat dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sumur yang sudah tidak terpakai itu dalam keadaan terbuka,” jelas Kapolsek.
Menyadari adanya kejanggalan, Mudai bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian ke dalam sumur tersebut dan menemukan korban Madsura di dalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dengan dibantu aparat kepolisian ke permukaan, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh warga,” tambah Desma.
Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan kejadian tersebut murni diduga sebagai kecelakaan.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan otopsi, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek. (Yono)











