Warga Tolak TPSA Cilowong Jadi Pembuangan Sampah Tangsel

Masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang menolak pembuangan sampah asal Tangsel ke daerahnya. Sebab kondisi saat ini saja, sudah membawa banyak penyakit bagi warga disekitar tempat sampah.

“Buktinya ini Rasidi, Ketua Pemuda sudah habis jarinya. Tadinya di berkerja di tempat sampah itu, karena tercemar dan menyebabkan jarinya habis, dia berhenti. Masyarakat menolak penuh,” kata perwakilan warga setempat, Aliduin (30), ditemui di Kota Serang, kemarin.

Menurut warga Kampung Pasir Wadas itu, masyarakat akan menutup TPSA jika Cilowong dijadikan pembuangan sampah dari Tangsel. Karena sudah dua kali terjadi longsor, bau sampah yang menyengat hingga sarana dan prasarana tidak memadai jika harus ditambah hingga 400 ton sampah Tangsel per harinya.

“Kami akan aksi, menutup gerbangnya di sana. Sarana dan prasarana belum memadai di TPSA Cilowong. Kami memperhatikan masyarakat yang di bawah, apalagi permukiman warga itu dekat sekali dengan TPSA Cilowong,” ujarnya.

Baca:

Perjanjian kerjasama pembuangan sampah itu sudah ditanda tangani pada Jumat, 22 Januari 2021 antara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dengan Walikota Serang, Syafrudin.

Selain mendapatkan uang Rp48 miliar per tahun dari retribusi, Kota Serang juga akan diberikan bantuan alat berat hingga pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, TPA Cipeucang di Serpong, Tangsel longsor dan mencemari Sungai Cisadane dengan ketinggian mencapai 3 meter. Kejadian ini disebabkan ambrolnya dinding beton pembuangan sampah pada Jumat, 22 Mei 2020. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait