Diguncang 29 Gempa, Banten Belum Siap Mitigasi Bencana dan Tsunami

Pemprov Banten belum menyiapkan mitigasi bencana, jika terjadi gempa besar dan tsunami. Padahal sepanjang hari Minggu hingga Senin, 23-24 Mei 2021, tercatat ada 29 gempa bumi menggoyang wilayah Labuan hingga Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Gempa di awali pada Minggu, 23 Mei 2021 berkekuatan 5,2SR pukul 10.48 wib. Terakhir Senin pagi, 24 Mei 2021 pukul 05.52 wib berkekuatan 3,2SR yang berada di sesar Ujung Kulon.

Pemprov Banten mengakui semenjak pandemi covid-19 tidak fokus melakukan mitigasi bencana, baik gempa maupun tsunami. Pemprov berkilah mereka fokus menangani corona. Bahkan pendanaan khusus menangani bencana juga tidak di anggarkan.

“Kami enggak sempet konsentrasi (mitigasi), karena kami berhadapan dengan covid-19. Karena kami enggak alokasi (dana mitigasi) ke sana,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim di rumah dinasnya, Senin (24/05/2021).

Baca:

Wahidin bersyukur ada gempa skala kecil, karena menurutnya, itu bisa mengurangi resiko gempa besar. Mantan Walikota Tangerang dua periode itu mengibaratkan dengan gempa kecil, jurang dasar laut tertutup dikit demi sedikit, sehingga tidak langsung runtuh dalam jumlah besar yang mengakibatkan gempa besar.

Terkait shelter tsunami di Labuan, Kabupaten Pandeglang, dibangun oleh pemerintah pusat namun kondisinya tidak terawat. Saat tsunami 2018 lalu, yang menyapu pesisir Banten, WH kesulitan mengaku kesulitan mencari tempat evakuasi, sehingga saat alarm penanda tsunami berbunyi karena rusak, dia menyelematkan diri ke daerah Jiput yang lokasinya cukup jauh dari wilayah Carita, tempat dia meninjau reruntuhan bangunan.

“Saya berdoa semoga enggak ada gempa, tsunami, doa gubernur kan mewakili 12 juta penduduk, masih ada yang miskin ampuh makanya. Bagaimana mitigasi dan sosialisasi menjadi penting, di programkan mitigasi dan shelter. Karena sehleter kalau dulu saya lewat situ juga kan bingung kalau ada gempa, tsunami, gw lari kemana, gunung jauh banget, shelter juga enggak ada. Makanya waktu tsunami itu kita lari ke Jiput,” ujarnya. (Yandhi Deslatama)


Dengan DONASI ANDA, kami berupaya menghadirkan artikel berkualitas. Silakan klik tombol di bawah ini. 
donate button

Yandhi Deslatama

Berita Terkait