Wings Air Tambah Frekuensi Penerbangan Bandung-Semarang-Surabaya

wings air tambah frekuensi

Wings Air (IW), maskapai penerbangan dari Lion Air Group menambah frekuensi penerbangan rute Bandung (Jawa Barat) ke Surabaya (Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur) dan Bandung-Semarang (Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah).

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers Humas Lion Air Groupo yang diterima MediaBanten.Com, Senin (21/10/2019) menyebutkan, peningkatan frekuensi penerbangan jalur domestik itu berdasarkan antisipasi peningkatan penumpang bisnis dan wisawatan (travelers).

Bandung atau Jawa Barat merupakan daerah faforit yang dikunjungi pebisnis dan wisatawan sebagai daerah MICE (meeting, incentive, comnvention dan exhibition), pendidikan dan obyek wisata yang populer seperti obyek wisata pegunungan, sejarah, kuliner, petualangan, seni dan budaya dan sebagainya.

Sedangkan Surabaya atau Jawa Timur juga sudah melegenda bagi penikmat sejarah bisa mengunjungi Monumen Kapal Selam, Museum Sepuluh Nopember, Patung Djoko Dolog, Balai Kota, House of Sampoerna, Museum Negeri Mpu Tantular. Untuk destinasi ekowisata dipersilakan mampir ke Pasar Bunga Kayoon atau budi daya bakau di Wonorejo Rungkut. makanan atau kerajinan lokal. Satu lagi, tak lengkap tanpa menjajal kuliner yang selalu dicari, seperti nasi bebek, rujak uleg, kupang lontong, rawon, lontong balap dan masih banyak lagi.

Kota Lumpia

Semarang yang popular sebagai “Kota Lumpia” menyimpan daya pikat, sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Kawasan Kota Lama menggambarkan bangunan colonial, area paling diminati untuk foto seperti di Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Rumah Akar, Semarang Kreatif Galeri, Gedung Marba, dan lainnya yang akhirnya dinobatkan sebagai citra visual arsitektur Eropa. Menariknya lagi, ada Kampung Gunung Brintik, Kampung Pelangi warna warni, yang akhirnya menjadi primadona objek baru terutama kalangan millennials.

Baca:

Penambahan layanan baru di kedua kota masing-masing memiliki satu kali penerbangan setiap hari atau dua kali terbang pergi pulang (PP) ke Semarang dan Surabaya. Dengan demikian, memperkuat jaringan Wings Air yang sebelumnya sudah dilayani dari dan menuju Bandung yakni Semarang empat frekuensi PP dan Surabaya ada 10 frekuensi PP. Sehingga secara keseluruhan, Wings Air beroperasi di Husein Sastranegara 44 frekuensi PP.

Tersedianya jadwal penerbangan yang tepat akan memberikan nilai tambah bagi pebisnis, wisatawan dan masyarakat di Bandung mempunyai kesempatan untuk melanjutkan perjalanan dari Bandar Udara Internasional Juanda bersama Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air), bisa meneruskan ke destinasi Banyuwangi, Jember, Denpasar, Lombok, Kupang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Banyuwangi, Jember, Banjarmasin, Balikapapn, Tarakan dan kota popular yang lain.

Sedangkan melalui Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani ke Jakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Pontianak, Pangkalan Bun, Sampit, Palangkaraya, Karimunjawa serta kota lainnya.

Jembatan Antar Wilayah

Wings Air menilai, kehadiran layanan penerbangan dari dan menuju Bandung menjadi bagian kesungguhan Wings Air dalam menjembatani antarwilayah, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Wings Air akan memberikan nilai lebih kepada travelers, karena waktu tempuh antardestinasi relatif singkat, efektif dan efisien.

Penambahan layanan ke Semarang dan Surabaya memiliki pertimbangan potensi pasar serta diikuti tingginya permintaan travelers yang mengharapkan tersedia alternatif penerbangan langsung, sehingga tercipta interkonektivitas terbaik. Rute tersebut juga menjadi bagian upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pengembangan pariwisata nasional, termasuk kunjungan wisatawan serta pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Untuk menggugah minat traveling, Wings Air akan menambah pengalaman terbang setiap wisatawan dengan sensasi tersendiri menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600. Armada ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek.

Penerbangan juga semakin berkesan, bisa melihat pemandangan luar yang akan memanjakan mata karena pesawat mampu terbang dengan rendah. Selain itu, interior pesawat didesain modern dan futuristik, sehingga bisa lebih santai saat berada di kabin. Travelers serasa menikmati jet pribadi karena konfigurasi kursi 2-2, dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja lebih leluasa atau hanya sekadar menikmati pemandangan memukau dari ketinggian, daya tarik bahwa pesawat mampu terbang dengan rendah. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait