Pegawai Basarnas Banten Ditest Urine, Cegah Zat Adiktif

Seluruh pegawai dan tim rescue dari Basarnas Banten, ditest urinenya. Hal ini dilakukan agar tidak ada satupun tim penyelamat itu menggunakan zat adiktif. Hasilnya, seluruh pegawai dan tim rescue negatif zat adiktif dan berbahaya lainnya.
“Test urine ini kita bekerjasama dengan BNN Banten. Harapan kami, Basarnas Banten dapat bersinergi dalam program pemerintah untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba,” kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, ditemui di kantornya, Jumat (31/01/2020).
Tak hanya test urine, seluruh pegawai dan tim rescue juga diberikan penjelasan bahaya narkoba dan cara mencegahnya, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat sekitar.
“Kami BNN Banten siap menjadi kader pencegahan penyalahgunaan narkoba serta menjadi wahana menyampaikan informasi dari, oleh dan untuk masyarakat,” terangnya.
Menurut Zaenal, jika ada masyarakat yang menggunakan narkoba, khususnya anggota Basarnas Banten, maka kinerja dan masa depannya akan terganggu. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa meninggal dunia karena over dossis (OD).
“Kami mengharapkan agar kedepannya terjalin kerja sama dengan BNN, yang bertujuan mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba dilingkungan Badan Nasional Pencarian,” jelasnya. (Yandhi Destalama)
- Sebelum Pasien BPJS Meninggal, Keluhan Tunggu Ruang Rawat di Medsos Dihujat Dokter dan Nakes, Ini Kata Komisi IX DPR RI - 06/08/2026
- Polres Metro Tangerang Kota Buru Pemasok Utama Obat Keras Ilegal di Kosambi - 06/08/2026
- Komisi III DPR RI Apresiasi Polres Tangsel Gagalkan Peredaran 46 Juta Obat Keras Ilegal - 06/08/2026









