Edukasi

Ahmad Nuri: Murid SDN Pamarican 2 Lakukan Pembelajaran Daring Akibat Banjir

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, murid SDN Pamarican 2 memang melakukam pembelajaran daring dari rumah karena sekolahnya terendam banjir.

Pembelajaran daring dari rumah itu diberlakukan sejak Senin (5/1/2025). “Kami memberi waktu hingga hari Jumat tanggal 9 Januari. Jika genangan air itu masih, pembelajaran daring bisa dilanjutkan. Jika sudah surut, maka pembelajaran dilakukan tatap muda,” kata Ahmad Nuri, Kepal Dindikbud Kota Serang kepada MediaBanten.Com, Senin (5/1/2026).

Sebelumnya, Suasana hari pertama masuk sekolah setelah libur semester serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) di SDN Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2026), masih lengang tanpa kehadiran siswa akibat banjir yang merendam seluruh ruang kelas (Baca: Hari Pertama Masuk Sekolah, SDN Pamarican 2 Terendam Banjir, Murid Tak Hadir).

Kepala Dinsikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, pemberlakuan pembelajaran tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.

SE ini sebagai acuan bagi pemerintah daerah (Pemda) dan sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan pascabencana. “Ini yang menjadi dasar atas pembelajaran tersebut di SDN Pamarican 1 dan Pamarican 2 yang terendam banjir,” katanya.

Solusi Permanen

Ahmad Nuri menjelaskan, pihaknya sudah memilik solusi permanen untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi di 2 SDN, yaitu SDN Pamarican 1 dan Pamarican 2.

Solusi pertama adalah dasar gedung sekolah tersebut ditinggikan hingga 50 cm atau di atas jalan. Solusi ini dilakukan agar air hujan dari jalan dan sekitarnya tidak mengalir ke lingkungan SDN akibat ketinggiannya lebih rendah dari tanah di sekitarnya, terutama jalan.

“Insya Allah, peninggian dasar SDN tersebut akan dilakukan pada Februari 2026. Anggaran yang sudah disiapkan sekitar Rp2 miliar,” kata Ahmd Nuri.

Solusi berikutnya adalah adanya penggabungan SDN Pamarican 1 dan Pamarican 2. Karena jumlah murid kedua SDN tersebut jika disatukan atau digabungkan tidak lebih dari 350 murid. “Jadi lebih efektif dan efisien kalau dimerger, karena muridnya mulai berkurang,” katanya.

Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang Subhi di Serang mengatakan momentum awal kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.

“Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring,” ujar Subhi. (IN Rosyadi)

Iman NR

Back to top button