News

PLN Pusharlis Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Bernilai Guna di Suralaya

Bank Sampah Berkah Suralaya Mandiri, binaan PT PLN (Persero) Pusharlis, menggelar Pelatihan Pengolahan Sampah Anorganik dan Organik di Saka Foodcourt Suralaya, di Suralaya, Kota Cilegon, Rabu (21/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berdampak pada pelestarian lingkungan sekaligus mendukung energi berkelanjutan.

Pelatihan pengolahan sampah anorganik diikuti oleh 16 peserta dan dipandu oleh Marwiyah, pelatih kerajinan daur ulang.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan praktik langsung mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna, seperti tempat tisu, tempat gelas air mineral, dan wadah permen.

Produk tersebut tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi, termasuk sebagai perlengkapan hari raya.

Marwiyah menyampaikan bahwa sampah plastik dapat menjadi peluang usaha berbasis kreativitas apabila dikelola dengan tepat.

“Melalui pelatihan ini, peserta diajak untuk melihat sampah plastik bukan sebagai limbah, melainkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi barang berguna dan bernilai,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan pengolahan sampah perkotaan menjadi Bahan Bakar Jumputan (BBJP) yang disampaikan oleh Makali selaku pelatih.

BBJP merupakan bahan bakar alternatif yang dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Makali menjelaskan bahwa pemanfaatan BBJP memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan sektor energi.

“Pengolahan sampah perkotaan menjadi BBJP merupakan solusi untuk mengurangi permasalahan sampah sekaligus mendukung transisi energi melalui pengurangan ketergantungan pada batu bara dan penurunan emisi karbon,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru terkait pemanfaatan sampah.

“Kami jadi memahami bahwa sampah tidak hanya bisa diolah menjadi kerajinan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang berdampak bagi lingkungan dan energi,” ungkap salah satu peserta.

Melalui program binaan ini, PLN Pusharlis menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu, pengurangan emisi karbon, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Editor: Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button