Eli: Wisata Kali Cibanten Dikembangkan Berbasis Edukasi dan Pemberdayaan
Wisata Kali Cibanten dikembangkan sebagai destinasi berbasis edukasi lingkungan, sejarah sungai dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi komunitas dan pemerintah daerah di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susianty mengatakan pengembangan wisata air sungai Cibanten menjadi inovasi penting untuk memperluas ragam destinasi pariwisata Banten yang selama ini masih didominasi wisata pantai.
“Ini merupakan salah satu upaya inovasi baru dalam pengembangan destinasi wisata dan kami sangat mengapresiasi,” kata Eli di Kota Serang, Sabtu.
Menurutnya, wisata sungai tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kebersihan menjadi faktor utama agar pariwisata bisa maju. Ini adalah PR kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Eli menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengedukasi masyarakat terkait kebersihan destinasi wisata sebagai salah satu faktor kenyamanan wisatawan.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten Lulu Jamaludin menjelaskan Wisata Air Kali Cibanten dikembangkan dalam dua segmen, yakni arung jeram dan wisata edukasi susur sungai.
“Sebenarnya yang pertama, wisata ini memang ada dua segmen. Kalau yang atas misalnya rafting, nah ini kita masuk ke wisata edukasi,” kata Lulu.
Ia menjelaskan wisata edukasi difokuskan pada pengenalan sampah, pengelolaannya, serta sejarah Kali Cibanten yang merupakan sungai kuno dan jalur perdagangan pada masa lampau.
“Di sini edukasi itu membawa wisatawan supaya tahu bahwa ini sampah, dan bagaimana seharusnya diolah atau dibuang,” ujarnya.
Lulu menyebut upaya pembersihan sungai yang dilakukan relawan telah menurunkan jumlah titik sampah secara signifikan, meskipun pencemaran masih terkonsentrasi di pusat Kota Serang.
“Dari awal ada 46 titik, 65 titik sampah. Sekarang sudah berkurang di bawah 10,” katanya.
Namun demikian, ia menilai dukungan pemerintah masih dibutuhkan, terutama dalam penyediaan fasilitas dasar seperti akses naik-turun perahu dan peralatan keselamatan. “Harapan kami semua juga ada dukungan pemerintah untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Wisata Air Kali Cibanten saat ini masih bersifat terbatas dengan biaya partisipasi Rp100.000 per orang untuk kebutuhan operasional, tanpa orientasi keuntungan. “Intinya kita belum mencari keuntungan. Ini hanya untuk biaya personal saja,” kata Lulu.
Ke depan, pengembangan jalur wisata akan dilakukan bertahap dari wilayah Kabupaten Serang hingga Kota Serang sebagai bagian dari upaya pemanfaatan sungai secara berkelanjutan. (Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan – LKBN Antara)








