Pokdarwis Yusuf Akan Gelar Seni Karuhun di Kawasan Kesultanan Banten

pokdarwis maulana hasanudin

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Maulana Yusuf berencana menggelar seni budaya Karuhun Banten pada saat Kawasan Kesultanan Banten ramai dikunjungi para penziarah dari berbagai daerah. Keramaian kunjungan itu berkisar tiga hari, yaitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Setidaknya, Pokdarwis Maulana Yusuf akan menampilkan rudat, manakiban atau baca syeh, ketimpring (qosidah) dan pencak silat. Rencananya, jika ini berhasil, maka mereka akan menampilkan seni budaya yang lainnya.

“Ini untuk menghidupkan budaya di Kerajaan Banten, meski kami belum tahu persis sebenarnya seni dan budaya kerajaan itu seperti apa. Setidaknya, kampung kami (Sukadiri-red) menjadi kampung wisata yang memanfaatkan momen penziarah datang ke sini,” kata Amarasan, Ketua Pokdarwis Maulana Yusuf dan Sekretarisnya, Ahmad Syafei dalam sebuah pertemuan di Kampung Sukadiri, Minggu malam (29/9/2019). Hadir dalam pertemuan itu, Firdaus Ghozali, mantan anggota DPRD Kota Serang.

Ahmad Syafei atau dipanggil Haji Aceng mengaku, Pokdarwis Maulana Yusuf saat ini fokus pada Kampung Sukadiri yang lokasinya bersebelahan dengan Kawasan Cagar Budaya Banten Lama yang kini namanya diubah oleh Pemprov Banten menjadi Kawasan Kesultanan Banten. Selain atraksi seni budaya, Pokdarwis juga menyajikan kuliner khas Banten.

Baca:

Bukan Zona Inti

“Sementara ini, tempatnya di kampung kami di Sukadiri, bukan di zona inti. Insya Allah, kami menjamin kebersihannya. Artinya, setelah acara, kami bergerak untuk tidak ada sampah dan tidak ada kesemrwutan atas kegiatan kami,” katanya.

Firdaus Ghozali, mantan anggota DPRD Kota Serang mengatakan, gerakan Pokdarwis Maulana Yusuf di Kampung Sukadiri ini merupakan antisipasi bagi perubahan yang terjadi di Kawasan Kesultanan Banten.

“Mereka tidak ingin menjadi penonton. Sebab sejak penataan ini dilakukan, mereka kesulitan untuk berdagang dan tidak bisa memanfaatkan banjirnya penziarah untuk kepentingan ekonomi keluarga mereka. Karena itu, Pokdarwis bergerak untuk memberdayakan masyarakat,” katanya.

Firdaus mengatakan, ide pembangunan home stay di Kampung Sukadiri disambut baik oleh Pemprov Banten, dalam hal ini Dinas PRKP Banten. Pokdarwis mengusulkan 28 rumah untuk dijadikan home stay. “Setelah bertemu dengan Pak Yanuar, Kadis PRKP, saya memperoleh informasi bahwa tahun ini ada 5 rumah yang diperbaiki untuk layak home stay. Sedangkan sisanya, akan dilakukan pada tahun 2020,” ujarnya.

Ada dua alasan home stay didorong di Kampung Sukadiri yang lokasinya bersebelahan dengan zona inti Kawasan Kesultanan Banten. Pertama, pemilik home stay secara otomatis akan memfilter agar tidak terjadi perzinahan di kawasan kesultanan yang dianggap sakral. Sebab, jika lelaki dan perempuan menginap dalam satu kamar, pemilik home stay harus bisa memastikan mereka adalah suami istri.

“Kalau hotel yang biasanya dikelola oleh perusahaan umumnya tidak begitu perduli. Yang penting tingkat hunian bisa memenuhi target, enggak perduli apakah yang menginap lelaki dan perempuan dalam satu kamar itu suami istri atau bukan,” kata Firdaus Ghozali.

Sedangkan alasan kedua adalah home stay akan mendorong warga setempat memiliki penghasilan dari tarif menginap yang terjangkau, penyediaan makan dan jenis pelayanan lainnya. “ Pokdarwis Maulana Yusuf akan mendorong warga setempat untuk sadar wisata, di antaranya memperlakukan tamu dengan santun,” kata Firdaus. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait