Tak Ingin Jadi Penonton, Pokdarwis Kesunyatan Akan Siapkan Home Stay Kawasan Banten Lama

Pokdarwis Kesunyatan

Kelompk Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tengah bersiap-siap untuk membangun home stay atau guest house untuk menguatkan Kawasan Kesultanan Banten menjadi obyek wisata reliji.

“Kami warga di sekitar kawasan kesultanan itu tidak ingin hanya jadi penonton. Salah satu yang kami bisa lakukan adalah menyiapkan homte stay, yaitu sebagian rumah-rumah warga yang berada di sekitar kawasan akan diubah menjadi home stay atau guest house,” kata Amarasan, Ketua Pokdarwis Kesunyatan dan Sekretarisnya, Ahmad Syafei kepada MediaBanten.Com, Minggu (18/8/2019).

Ahmad Syafei, Sekretaris Pokdarwis Kesunyatan mengatakan, layanan home stay atau guest house dipilih Pokdarwis karena berkeinginan warga yang berdampingan dengan kawasan ini bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka lebar akibat penataan Kawasan Banten Lama yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

“Kami minta dibimbing oleh Pemprov maupun Pemkot untuk mewujudkan home stay. Misalnya, bimbingan bagaimana mengelola home stay yang berstandar pelayanan hotel, bimbingan soal permodalan dan pengelolaannya,” kata Ahmad Syafei.

Menurut dia, ada 200 rumah yang berdiri di sebelah selatan reruntuha Keraton Surosowan dan masuk wilayah kerja Pokdarwis Kelurahan Kesunyatan. Sebagian dari jumlah itu memiliki potensi untuk diubah menjadi home stay atau guest house.

Baca:

Tidak Semua

“Memang tidak semua bisa diubah menjadi home stay. Pokdarwis nanti akan memilih rumah yang layak dijadikan homte stay. Setidaknya, setiap satu rumah, satu kamar dijadikan home stay. Kalau yang layak itu separuhnya, berarti ada 100 kamar yang tersedia,” katanya.

Dengan home stay, warga yang bersebelahan dengan Kawasan Kesultanan Banten tidak hanya jadi penonton. Warga akan ikut aktif melayani para tamu (wisatawan) yang datang berwisata ziarah atau hanya wisata saja ke Kawasan Kesultanan Banten. Dari home stay, warga bisa mendapatkan pendapatan bukan hanya dijadikan tempat tidur, tetapi menyediaan makan dan sebagainya.

“Jadi penataan yang dilakukan Pemprov Banten dan Pemkot Serang bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat. Selama ini kan kami hanya menonton,” kata Ahmad Syafei.

Pemprov Banten sejak tahun 2018 gencar melakukan revitalisasi Kawasan Banten Lama yang kemudian diubah menjadi penataan. Revitalisasi ini dikritik berbagai pihak karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan rencana awal dan berpotensi menghilangkan nilai sejarah dan menutup upaya pengungkapan artefak-artefak yang masih terpendam di bawah tanah.

Kritik itu antara lain pemasangan payung madinah yang tidak dikenal di era kesultanan, menutup alun-alun dengan marmer dan menutup sebagian bagian depan Keraton Surosowan dengan marmer. Meski dikritik keras, Pemprov Banten tetap melanjutkan penataan Banten Lama. Tahun 2019, penataan itu akan dilakukan terhadap Benteng Speelwijk, Keraton Kaibon, Masjid Pacinaan dan sebagainya.

Selama proses penataan yang hingga sekarang masih berlangsung, warga di sekitar kawasan itu merasa menjadi penonton, bahkan bernasib tidak menentu, terutama para pedagang. Ada 800 pedagang yang kini tidak menentu berjualan dan selalu dipindah-pindah. Kehidupan mereka kini semakin sulit karena tidak berkesempatan untuk berjualan secara tetap. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait