Pecinta Ikan Mas Koki Ikuti Kompetisi Berhadiah Rp250 Juta
Ratusan pecinta ikan mas koki dari berbagai kota mengikuti Elite Goldfish Championship (EGC) 2026 yakni kompetisi dalam satu panggung untuk memperebutkan gelar tertinggi sebagai Team Champion dengan hadiah mencapai Rp250 juta.
Pendiri EGC Theo di Tangerang, Banten, Minggu mengatakan kompetisi yang mempertemukan para groomers terbaik dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berlangsung pada 7-10 Mei 2026 di Pacific Garden Alam Sutera Tangerang.
“Ini adalah kontes offline pertama ikan mas koki dengan hadiah terbesar di Indonesia. Fresh money ini bertujuan untuk menaikkan value ikan kontes dan diharapkan memberikan efek besar terhadap perputaran industri ikan mas koki di Indonesia,” ujar Theo.
Ia menjelaskan konsep tim tanding menjadi daya tarik utama dalam penyelenggaraan EGC 2026.
Para groomers terbaik akan tergabung dalam tim elit untuk menunjukkan kualitas keeping, teknik grooming, konsistensi perawatan, hingga mental juara di atas panggung nasional.
Untuk pertama kalinya, lanjut dia, pecinta ikan mas koki Indonesia akan menyaksikan pertarungan antar tim groomers dalam skala besar.
“Kompetisi ini juga menjadi ajang membangun nama, reputasi, dan legasi di industri ikan mas koki nasional,” ujarnya.
Ia mengatakan kompetisi ini menjadi bukti nyata bahwa dunia ikan mas koki Indonesia terus berkembang menjadi industri yang lebih serius dan memiliki nilai ekonomi yang semakin besar
Pendiri EGC Tomy Nurdiansyah menambahkan ajang tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga membawa misi besar untuk membangkitkan kembali industri ikan mas koki Indonesia yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia berharap ajang tersebut mampu meningkatkan nilai kontes ikan, pertumbuhan transaksi jual beli, berkembangnya breeder lokal, meningkatnya industri akuarium dan aksesoris, hingga terbentuknya ekosistem ekonomi baru berbasis hobi dan komunitas.
“Kami berharap acara ini menjadi titik balik kebangkitan industri ikan mas koki Indonesia yang sempat redup. Kami ingin membangun ekosistem yang lebih sehat, lebih bernilai, dan lebih dihargai, baik dari sisi hobi maupun bisnis,” katanya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)










