Kemenperin: Pasokan Bahan Baku Industri Tekstil Aman Paska Ledakan Pabrik Kimia MCCI Cilegon
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pasokan bahan baku Purified Terephthalic Acid (PTA) untuk kebutuhan industri tekstil nasional tetap aman menyusul insiden pecahnya pipa pada fasilitas produksi PTA pada pabrik kimia milik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon, Banten.
Kemenperin menegaskan kejadian tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan PTA di dalam negeri karena perusahaan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kontinuitas produksi pada pabrik kimia milik PT MCCI tersebut.
Dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penanganan insiden tersebut, sekaligus memastikan seluruh prosedur keselamatan industri dijalankan dengan baik.
“Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri,” kata Febri.
Sebagai tindak lanjut, Kemenperin telah menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan serta koordinasi dengan perusahaan dan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.
Berdasarkan laporan perusahaan, insiden pabrik kimia itu terjadi pada Senin (25/5) sekitar pukul 14.30 WIB di area Pabrik 1 PT MCCI, tepatnya pada pipa outlet reaktor PTA menuju fasilitas crystalizer. Saat kejadian, temperatur dan tekanan operasi tercatat dalam kondisi normal, yakni sekitar 290 derajat Celsius dengan tekanan 85 bar.
Namun, pipa mengalami pecah secara tiba-tiba sehingga operator di ruang kontrol segera menghentikan operasi melalui sistem emergency shutdown dan tim tanggap darurat langsung diterjunkan ke lokasi.
Insiden tersebut menyebabkan uap air membumbung tinggi serta ceceran material PTA di sekitar area kejadian. Tim tanggap darurat perusahaan kemudian melakukan penanganan dan pembersihan secara cepat.
Dua pekerja yang tengah melakukan patroli di area pabrik mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dengan kondisi stabil.
Hasil pemantauan awal perusahaan menggunakan alat pengukur kualitas udara menunjukkan tidak adanya kandungan gas berbahaya di sekitar lokasi kejadian.
Kadar oksigen juga terpantau normal pada level 21 persen. Sementara itu, perusahaan bersama pihak terkait masih menelusuri sumber bau yang sempat dilaporkan oleh masyarakat.
Kemenperin menegaskan pasokan PTA nasional tetap terjaga mengingat PT MCCI memiliki dua fasilitas produksi PTA dengan kapasitas masing-masing 350 ribu ton per tahun atau total 700 ribu ton per tahun. Saat insiden terjadi, hanya Pabrik 1 yang beroperasi karena kondisi pasar PTA yang masih lesu.
“Perusahaan telah menyampaikan rencana pengoperasian Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan PTA nasional. Dengan langkah tersebut, kebutuhan bahan baku industri tekstil domestik diharapkan tetap dapat terpenuhi,” ujarnya.
Saat ini, area insiden masih dalam proses investigasi dan telah dipasangi garis pengamanan oleh aparat kepolisian. Perusahaan juga menginformasikan bahwa fasilitas yang terdampak akan ditutup sementara selama proses investigasi dan evaluasi teknis berlangsung.
Selain itu, PT MCCI terus membuka posko kesehatan bagi masyarakat sekitar dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dinas lingkungan hidup, serta instansi terkait lainnya guna memantau kondisi lingkungan dan kesehatan warga.
Kemenperin turut mengapresiasi langkah perusahaan yang tetap mempertahankan tenaga kerja untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan fasilitas.
Perusahaan juga akan membentuk tim investigasi internal bersama pihak-pihak terkait serta melibatkan vendor pipa asal Jepang guna memastikan proses investigasi berjalan secara komprehensif dan transparan.
“Kami berharap proses investigasi dapat berjalan objektif dan menyeluruh sehingga akar penyebab kejadian dapat segera diketahui. Kementerian Perindustrian akan terus mendampingi perusahaan dalam upaya pemulihan operasional, sekaligus memastikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan industri tetap menjadi prioritas utama,” kata Febri. (Oleh Ahmad Muzdaffar Fauzan – LKBN Antara)











