Industri

Tingkatkan SDM Industri, Kemenperin Cetak 399 Wisudawan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang berbasis pada kebutuhan industri.

Salah satunya industri tekstil yang merupakan industri padat karya dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Keberadaan SDM yang kompeten dan berdaya saing global merupakan kunci utama mendorong kembali bergeraknya sektor industri.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan kualitas SDM industri melalui pendidikan vokasi industri.

Kunci keberhasilan penyelanggaran pendidikan vokasi merupakan kerja sama dengan industri dalam mencetak lulusan yang langsung dapat bekerja di industri.

“SDM industri berperan penting dalam mendukung industri nasional dan mempertahankan kontribusi sektor industri terhadap PDB yang saat ini mencapai 17,88% dan merupakan yang terbesar dibanding sektor lainnya,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Doddy Widodo, Sabtu (3/12/2022).

Lebih lanjut, kata Dody, orang – orang yang siap bekerja di bidangnya, menjadi tulang punggung industri tekstil Indonesia yang memberi bagian penting bagi pembangunan sektor manufaktur dan perekonomian Indonesia.

Hal itu disampaikan Doddy Widodo pada Wisuda Politeknik STTT Bandung, Sabtu (3/12/2022).

Politeknik STT Bandung adalah perguruan tinggi politeknik yang dimiliki Kemenperin dan merupakan unit kerja di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin.

Sebanyak 399 Sumber Daya Manusia industri diwisuda pada kesempatan tersebut, terdiri dari 80 lulusan program setara diploma 1.

Selain itu, 1,290 lulusan Program Diploma 4, dan 29 lulusan Program S2 Terapan, sebanyak 295 lulusan telah bekerja, dan 32 orang menjadi wirausaha.

“Artinya pada saat wisuda ini, lulusan Politeknik STTT Bandung telah terserap sebesar 82% di dunia kerja,” ucap Dody.

Presentase lulusan pendidikan vokasi yang mendapatkan pekerjaan dalam satu tahun usai kelulusan sebesar 85% merupakan indikator dari sasaran strategis Kemenperin berdasarkan tingkat perspektif pemangk kepentingan.

Sedangkan, penyerapan lulusan Politeknik STTT Bandung mencapai 100% dengan waktu tunggu lulusan kurang dari tujuh bulan, yang artinya target dari TAPKIN 2022 untuk penyerapan lulusan tercapai.

Melansir dari Kemenperin.go.id, Senin (5/12/2022), dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan mengatakan, Kemenperin terus mendorong ketersediaan SDM industri kompeten untuk mengejar kebutuhan sektor industri.

Diproyeksikan, kebutuhan SDM industri setiap tahun mencapai 682 ribu orang.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenperin terus lakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional.

(*/Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button