Aa Gym: Contoh Sombong Hormati Gubernur Tapi Hinakan Petugas Kebersihan

Pemerintah Provinsi Banten menggelar Tabligh Akbar di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Dengan mengundang Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym sebagai penceramah, Selasa siang (26/3/2019).

Pada tabligh akbar yang bertema “Menjaga Hati Menuju Banten Berakhlaqul Karimah” tersebut Aa Gym mengajak jemaah yang hadir untuk sama-sama melawan sifat sombong, yang dapat menghalangi seseorang untuk berakhlakul karimah atau akhlak yang baik. “Ciri sombong itu ada dua. Yang pertama menolak kebenaran, dan yang kedua meremehkan orang lain,” terang Aa.

“Petugas kebersihan itu penting apa tidak?,” tanyanya. “Pentiiing,” jawab jemaah yang hadir. “Jadi nanti kalau ketemu petugas kebersihan yang sopan ya, karena petugas kebersihan itu orang penting. Kalau hormatnya cuma sama Gubernur tapi ngeremehin petugas kebersihan, itu namanya sombong,” lanjut Aa mengingatkan.

Baca: Ponpes Ma’had Sabilurrahman Bangun Gedung Asrama Tanpa Bantuan APBD

Dihadapan Pj. Sekda, pejabat dinas, pegawai dan masyarakat umum yang hadir, Da’i yang gaya bahasanya santai tapi mengena ini juga mengingatkan untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena menurutnya, bisa jadi sesuatu yang kita anggap remeh bernilai besar di sisi Allah dan bisa mendatangkan ridhoNYA.

“Jangan meremehkan kebaikan. Walau itu kecil. Pertolongan Allah itu datang walau dari kebaikan kecil tapi ikhlas,” kata Aa Gym.mengingatkan.

Pada suasana jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) ini Aa Gym juga mengajak para hadirin dan masyarakat luas untuk tetap menjaga kerukunan jelang 17 april mendatang. Dimana menurutnya tidak perlu saling menghujat hanya karena beda pilihan.

“Allah sudah tahu belum siapa presiden 2019?” tanya nya, “Sudaah,”Jawab jemaah spontan. “Kalau gitu kenapa harus ribut-ribut?,” lanjutnya. “Allah berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Allah mencabut kekuasaan dari siapa saja yang Allah kehendaki, Qur’an surat Al Imron ayat 26,” jelasnya.

“Jalani Pilpres sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi negeri ini, Aamiinn” pesannya menutup tausiyah. (Subag Peliputan dan Dokumentasi Biro ARTP Pemprov Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait