Andra Hadiri Peresmian SPPG Ponpes Bai Mahdi Sholeh Mamun
Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri peresmian (SPPG) Ponpes Bai Mahdi Sholeh Mamun di Desa Sindangheula, Kecamatan Paburan, Kabupaten Serang, Jumat (22/8/2025).
Dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten yang diterima MediaBanten.Com, Sabtu (23/8/2025) menyebutkan, Andra Soni menyampaikan terimakasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Andra Soni menegaskan, program MBG bukan hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga akan memberikan banyak multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Provinsi Banten sedang melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak-anak. “MBG adalah kunci penting menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
SPPG di wilayah Kabupaten Serang berjumlah lima belas. Peresmian dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, yang ditandai dengan gunting pita di halaman Gedung SPPG Yayasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun.
Gunting pita dilakukan oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Dadan Hindayana, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, Kajati Banten Siswanto, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Walikota Serang Budi Rustandi.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program maka bergizi gratis merupakan investasi besar bangsa dalam membangun generasi masa depan.
Dadan Hindayana memaparkan, hingga kini sudah ada 6.153 SPPG beroperasi, dan sekitar 19.000 lainnya sedang diverifikasi, dengan 5.000 menunggu antrian untuk diverifikasi.
Menurut Dadan Hindayana, semua SPPG merupakan kontribusi masyarakat tanpa dana APBN. Satu SPPG rata-rata mengelola dana sekitar Rp10 miliar per tahun, mempekerjakan 50 orang, serta melibatkan 15 pemasok lokal.
“Artinya, program ini bukan hanya pemenuhan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki ahli gizi dari daerah setempat, agar menu yang disusun sesuai potensi lokal dan selera penerima manfaat.
“Targetnya pada akhir November, program makan bergizi gratis dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
“BGN menjadi komandan, tetapi semua pihak wajib terlibat, termasuk Kementerian Desa. Kami sudah menyiapkan desa-desa produktif, seperti desa ayam petelur, desa nila, desa cabai, dan desa kangkung, agar pasokan bahan baku dapat dipenuhi langsung dari desa.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, MBG merupakan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“MBG adalah instrumen sangat penting sebagai investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan instrumen pemberdayaan masyarakat,” kata Zakiyah. (Siaran Pers Biro Adpim Pemprov Banten)









