Ayah Calvin Verdonk Kecewa Dengan Patrick Kluivert Usai Timnas Dibantai

Ronald Alting Sieberg, ayah dari pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Calvin Verdonk kecewa terhadap performa tim, terutama kepada pelatih Patrick Kluivert.
Kekecewaan itu berasal ketika Timnas Indonesia harus mengalami kekalahan telak saat bertandang ke martas Australia dalam matchday ke-7 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Laga tersebut digelar di Sydney Stadium pada Kamis (20/3/2025). Tim Garuda harus menelan kenyataan pahit usai dibantai Australia dengan skor 1-5.
Melalui akun Facebook pribadinya, Ronald Alting Sieberg menulis caption kekecewaan terhadap pelatih Patrick Kluivert.
“Kluivert makan nasi campur dulu dan pulang saja ke kampung Belanda. Landzaat juga ikut pulang saja. Jadi, selamat datang Alex, best coach for this job against Bahrain,” tulisnya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan berita bahwa ayah Verdonk sudah meninggal dunia lantaran menjadi korban tsunami Aceh.
Calvin Verdonk mempunyai hubungan darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Aceh.
Ayah Calvin bernama Ronald Alting Sieberg berasal dari Aceh, tepatnya di Meulaboh.
Meski sempat dirumorkan sudah meninggal dunia, bek Timnas Indonesia ini mengungkap fakta yang sebenarnya mengenai sang ayah.
Calvin menegaskan bahwa ayahnya masih hidup dan tinggal di Belanda. Tetapi, dirinya sudah puluhan tahun tidak menjalin komunikasi.
“Ayah saya berasal dari Sumatera. Jadi saya mendapatkan darah Indonesia itu darinya. Namun, dia sudah tidak ada dalam hidup kami selama 27 tahun,” ujarnya.
“Sepertinya dia masih tinggal di Belanda. Tetapi kami tidak punya kontak lagi dengannya,” lanjutnya.
Kendati begitu, bek berusia 27 tahun ini masih berkomunikasi baik dengan saudara tirinya.
Bahkan, dia juga mengatakan bahwa saudaranya itu sangat senang dan mengapresiasi kala dirinya bisa memperkuat Timnas Indonesia.
“Ya, kami punya empat saudara tiri dan hubungan kami dengan mereka sangat baik. Apalagi, mereka juga sangat bangga ketika saya bisa memperkuat Timnas Indonesia sekarang,” jelasnya.
Editor: Abdul Hadi