Bank Banten Gelar FGD Meningkatkan Potensi Kelautan dan Perikanan

Foto: Ofi

Bank Banten, bank milik Pemprov Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menggalang Sinergi Dalam Meningkatkan Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten” di Hotel Ratu, Kota Serang, Kamis (1/2/2018).

Diskusi membahas mengenai peningkatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan  ini juga mengundang beberapa narasumber yakni dari PT Perikanan Nusantara (Persero),  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  Banten, Kantor Regional I DKI Jakarta dan Banten,Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat  Statistik Provinsi Banten, DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten, BPJS  Ketenagakerjaan Wilayah Banten, Asuransi Jasindo, serta Jaja Jarkasih selaku Direktur Bank  Banten.

“Tujuan utama diadakannya FGD ini adalah mencari solusi guna memaksimalkan potensi  kelautan dan perikanan Provinsi Banten. Luas laut Indonesia sendiri mencapai dua pertiga  dari luas wilayah Republik Indonesia, namun belum mencerminkan kesejahteraan nelayan.  Karena itu, kami berharap bisa membantu memberdayakan nelayan melalui  kemudahan layanan perbankan dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten serta para  stakeholders yang berperan penting pada sektor kelautan dan perikanan, sehingga dapat  berperan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan,“ ujar Fahmi, Direktur Utama Bank Banten.

Bank Banten saat ini telah menjalin kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Persero)  atau Perinus, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang salah satu misinya adalah  mewujudkan kedaulatan pangan di bidang perikanan. Kerja sama ini diharapkan mampu mewujudkan salah satu misi Pemprov Banten untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemertaan ekonomi.

Baca: Gubernur: Pembentukan BUMD Bidang Agrobisnis Penting Buat Banten

Menurut rilis dari pelaksana FGD itu, pada tahun 2016, di wilayah Banten terdapat 1.200 Unit Pengolahan Ikan (UPI) dengan mayoritas pengolahan dengan metode pengeringan dan penggaraman, namun belum ada UPI dengan kegiatan pembekuan. Dari 1.200 UPI, 1.000 diantaranya belum bersertifikasi, sehingga berpengaruh kepada ketidakseragaman kualitas dan nilai ekonomisnya.

Diharapkan hasil dari Focus Group Discussion (FGD) ini adalah sebuah rekomendasi yang akan diberikan kepada Pemprov Banten guna membedah lebih dalam potensi kelautan dan perikanan, juga kendala yang dialami para nelayan di Wilayah Banten. “Seperti yang kita harapkan bersama, yakni kebijakan berdasarkan pada prinsip keberlanjutan demi  sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan berorientasi jangka panjan,” ungkap Fahmi.

Sebagai Provinsi dengan kekayaan bahari yang berlimpah, tentu saja optimalisasi potensi dari sumber daya kelautan dan perikanan di Provinsi Banten menjadi daya tarik tersendiri untuk dimaksimalkan. “Jangan diragukan lagi, bahwa terdapat hasil laut Banten yang berkualitas ekspor sehingga jangkauan distribusinya dapat menembus pasar yang lebih besar. Dengan demikian, maka industri perikanan akan lebih baik dan nilai tukar nelayan akan meningkat. Kami ingin berperan besar dalam kemajuan bahari di Banten,“ imbuh Fahmi.

Sementara selaku narasumber,  salah satu direktur di Bank Banten, Jaja Jarkasih mengemukakan, ada beberapa hal yang disampaikan “Ekspansi penyaluran kredit UMKM yaitu Kredit Usaha Bangun Banten adalah di  wilayah Banten, sejalan dengan komitmenank Banten untuk mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM. Sebagai contoh untuk permodalan, atau pembiayaan cold storage  bagi nelayan dapat diberikan kemudahan dengan adanya produk Kredit Usaha Bangun  Banten. Selain itu, ada Kredit Komersial Bank Banten yang dapat membantu pembiayaan,”  ujar Jaja. (Ofi)

Berita Terkait