Banten Tempati Urutan Ke-6 Bidang Peternakan di Indonesia

Foto: Opi

Provinsi Banten menempati peringkat ke-6 dalam jumlah ternak di Indonesia, terutama ternak kerbau. Karena itu, dalam ketersediaan daging sesuai dengan hasil perhitungan Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Banten, dikatagorikan aman.

“Banten berada di peringkat ke 6 terbanyak di  Indonesia untuk bidang peternakan, dan kebutuhan daging hasil perhitungan bisa dikatakan aman untuk di Banten,” ujar Dwi Harsono, Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Banten, Kamis (28/12/2017) di sebuah Hotel Wisata Baru di Kota Serang.

Kabid Peternakan, Dwi Harsono mengatakan, target inseminasi di Banten sekitar 8.208 ekor pada tahun 2017. Dari itu hanya mencapai 50% atau 4.000 ekor. Pencapaian target ini berdasarkan hasil yang dicapai kabupate / kota. Dengan pencapaian itu, Provinsi Banten mendapatkan penghargaan inseminasi ternak dari pemerintah pusat.

Target inseminasi pada tahun 2018 turun menjadi 3.800 ekor dibandingkan tahun 2017. Target itu terdiri dari 200 ekor inseminasi buatan (IB) untuk sapi dan 1.800 ekor kerbau.  Angka itu menunjukan Banten memiliki potensi besar di bidang peternakan.  Dan, Banten memasok kebutuhan daging untuk DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.

Baca: Bapenda Banten Capai Target 4 Jenis Pajak

Potensi ternak sapi di Banten terdapat di Kabupaten Tangerang. Sedangkan potensi kerbau berada di Lebak sekitar 30.000 ekor, Kabupaten Serang dan Pandeglang sekitar 5.000 ekor. Target inseminasi paling sedikit terdapat di Kota Serang hanya 70 ekor. Hal ini disebabkan peternakan di Kota Serang semakin terdesak oleh beralihnya fungsi lahan menjadi permukiman.

Kepala Dispertan Kabupaten Lebak, Imam mengatakan, target insminasi tidak tercapai dalam tahun 2017 untuk inseminasi kerbau. Insimenasi kerbau hanya bisa dilaksanakan pada 707 ekor kerbau dari target 2.712 ekor. Namun untuk kehamilan kerbau, Lebak mencapai 1.898 ekor. Sedangkan inseminasi pada sapi hanya mencapai 300 ekor.

“Kendala yang terjadi adalah untuk ternak kerbau belum dilakukan intensifikasi, yaitu pengandangan kerbau. Selama ini kerbau dibiarkan liar, sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan inseminasi buatan,” katanya.

Lebak merupakan salah satu daerah pembibitan kerbau di Indonesia. Ada 10 kabupaten di Indonesia. Untuk populasi ternak di Banten sendiri hanya 3 Kabupaten yaitu Lebak, serang, dan Pandeglang. Di daerah Lebak mencapai 26.000 ekor, yang kedua di Serang, kemudian di pandeglang.

Di tahun 2018, Imam berharap bisa meningkatkan inseminasi buatan kerbau agar perkembangan kerbau semakin baik. Inseminasi buatan ini dipercayai lebih baik dari perkawinan kerbau secara alami. “Ini juga mengingat, permintaan daging kerbau semakin hari semakin naik, berarti trend yang positif,” kata Imam. (Opi)

Berita Terkait