Batik Air Minta Maaf Soal Tergelincirnya Pesawat ID6155 di Bandara Rendani

Foto: Istimewa

Batik Air menyatakan permohonan maaf kepada para penumpang ID 6155 beserta seluruh pihak yang terganggu dengan pembatalan penerbangan tersebut akibat tergelincirnya ban pesawat sebelah kanan di Bandara Rendani, Manokwari, Jayapura, Selasa (13/3/2018), pukul 12.50 WIT.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategy Batik Air dalam siaran pers Lion Air Grolup yang diterima MediaBanten.Com, Rabu (14/3/2018), Pesawat Airbus A320-200 CEO beregistrasi PK-LAJ telah berhasil dievakuasi dengan proses berjalan lancar. Evakuasi dilakukan oleh teknisi Batik Air, pengelola bandar udara, instansi pemerintah dan TNI setempat.

Hingga Rabu, teknisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Batik Air akan tetap bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk regulator dalam memastikan pesawat laik terbang. Dari hasil pengecekan, pesawat Airbus A320-200 CEO masih dalam kondisi bagus. Dan saat ini pesawat berada di landas parkir (apron) Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat. Operasional penerbangan di bandar udara telah dinyatakan kembali normal, efektif mulai Rabu 14 Maret 2018.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 rute Bandar Udara Rendani, Manokwari  (MKW) menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong (SOQ) yang sedianya akan lepas landas (take off) pada pukul 12.50 WIT mengalami pembatalan penerbangan.

Baca: Penerbangan Batik Air ID 6155 Batal Lepas Landas di Bandara Rendani Manokwari

Pesawat yang melayani penerbangan sejak dari Surabaya tersebut dengan pimpinan Kapten Penerbang Rudi Jaya Sakti, membawa 123 penumpang beserta tujuh awak pesawat. Sewaktu bersiap lepas landas dari Bandar Udara Rendani Manokwari, pesawat harus memutar arah untuk posisi tepat. Ketika pesawat berputar, pilot merasakan sesuatu yang tidak lazim dan langsung memberhentikan pesawat guna meyakinkan keselamatan penumpang, kru dan penerbangan.  Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ban sebelah kanan pesawat keluar dari landas pacu kurang lebih 70 cm, menyebabkan ban masuk atau amblas beberepa centimeter. Seluruh penumpang dan kru pesawat dalam keadaan selamat.

Batik Air telah melayani seluruh penumpang sesuai dengan kebutuhan menurut ketentuan dan peraturan  yang berlaku seperti pembatalan penerbangan atau pengembalian dana tiket secara penuh (refund) ataupun kompensasi lainnya.

Batik Air akan meminimalisr dampak yang timbul dari kejadian tersebut, agar penerbangan lainnya tidak terganggu. Safety Director of Batik Air akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini untuk nanti dapat diberikan rekomendasi sehingga dapat menghindari kejadian  tersebut terulang kembali. (Siaran Pers Lion Air Group)

Berita Terkait