Lingkungan

BPBD Kab Serang Kirim Tim ke Lokasi Tanah Longsor di Padarincang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat atau asesmen terkait peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kecamatan Padarincang.

“Tim BPBD dan unsur terkait sudah bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor guna kesiapsiagaan evakuasi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat di Serang, Selasa (6/1/2026).

Ajat menjelaskan tanah longsor dilaporkan terjadi pada pukul 10.40 WIB di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum. Berdasarkan laporan awal, material longsoran berada pada jarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa, Ajat menegaskan bahwa langkah cepat diperlukan karena lokasi berada di lereng perbukitan dengan kemiringan curam.

“Estimasi ancaman utama meliputi pergerakan tanah lanjutan dan potensi material longsoran bertambah, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” ujarnya.

Dalam proses kaji cepat ini, petugas juga akan memetakan jalur aman dan titik kumpul pengungsian. BPBD telah mengeluarkan rekomendasi agar warga sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar lokasi longsor.

“Kami merekomendasikan evakuasi secara masif apabila nanti turun hujan lebat atau terindikasi adanya pergerakan tanah lanjutan demi keselamatan warga,” katanya.

Sebelumnya, banjir kembali melanda permukiman warga Padarincang, Kabupaten Serang akibat luapan Kali Cikalumpang setelah diguyur hujan deras sejak Minggu malam (28/12/2025). Setidaknya, 308 rumah di Desa Citasuk dan Kalumpang terendam (Baca: Diguyur Hujan Deras, 308 Rumah 2 Desa di Padarincang Direndam Banjir).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Senin (29/12/2025) menyebutkan bahwa luapan sungai mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 20.00 WIB.

Banjir kali ini merendam sedikitnya 308 rumah yang tersebar di Desa Citasuk dan Desa Kalumpang.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran Kali Cikalumpang kembali meluap dan masuk ke permukiman,” katanya.

Data BPBD menunjukkan dampak terparah berada di Desa Citasuk, mencakup Kampung Sukamaju dan Kampung Begog, serta Desa Kalumpang di Kampung Bayur dan Rancasumur. Tercatat sebanyak 350 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa terdampak oleh musibah rutin tahunan ini. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button