Bupati Serang: Asuransi Tani dan Ternak Cegah Petani Terjerat Tengkulak

Foto: Yan Cikal

Asuransi usaha tani (AUTP) dan asuransi usaha ternak sapi (AUTS) mencegah petani dan peternak terjerat tengkulak pada saat menghadapi resiko usaha tani dan ternak. Resiko itu adalah banjir, kekeringan, serangan hama dan lainnya.

Demikian dikemkakan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasah dalam penyerahan polis dan klaim ganti rugi AUTP kepada petani di Lapaangan Jonjing, Kecamatan Tirtayasa, Kamis (19/10/2017). Hadir dalam acara itu Ketua DPRD Kabupaten Serang Muchsinin, Dandim 06/02 Serang Letkol Harry Praptomo, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Dadang Hermawan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Abdul Wahid serta undangan lainnya.

“Secara teknis, ganti rugi AUTP diberikan kepada peserta yang umur padinya sudah melewati 10 hari dengan intensitas kerusakan mencapai 75 persen dan luas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen pada setiap luas petak alami dan besarnya ganti rugi diberikan  Rp.6.000.000  per hektar per musim tanam. jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka besarnya ganti rugi dihitung secara proporsional,” kata Ratu Tatu Chasanah.

Bantuan subsidi premi AUTP secara khusus diberikan sebesar 80 persen dari keseluruhan, sehingga premi asuransi yang dibayar oleh petani hanya sebesar Rp36.000  atau sebesar 20 persen per hektar per musim tanam.

Tatu menuturkan, pemerintah kabupaten serang sudah memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Alsintan yang diserahkan sebanyak 152 unit, antara lain traktor roda 2 sebanyak 109 unit, pompa air niagara 4 inch sebanyak 30 unit, rice transplanter (alat tanam padi) sebanyak 8 unit, alat tanam jagung dan kedelai sebanyak 5 unit yang diserahkan kepada brigade alsintanyang berada di 6 zona seperti di  Kecamatan Cikande, Tanara, Kragilan, Pabuaran, dan gunung sari.

“Tujuan penyerahan alsintan untuk membantu para petani di wilayah kabupaten serang untuk  meningkatkan kualitas dan kuantitas produk petani supaya hasil pertanian lebih meningkat dengan hasil yang lebih baik dan memuaskan,” tuturnya.

Bupati Serang juga menyalurkan kartu tani Indonesia menjadi program pusat.  Kartu multifungsi yang memuat informasi petani, lahan, kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), informasi panen, maupun sebagai kartu debit untuk penerimaan tabungan, pinjaman, subsidi maupun bantuan. kartu tani bisa dijadikan sebagai kartu untuk para petani dalam mengakses kredit usaha rakya (KUR).

“Manfaat kartu tersebut untuk menyimpan data petani, memudahkan penyaluran kuota pupuk bersubsidi, distribusi pupuk subsidi dapat dilakukan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing, sehingga memudahkan dalam mengakses pembiayaan kemitraan,” ujarnya.

Ia juga berharap, pembangunan dilaksanakan dengan mengandalkan sumber daya lokal yanng bersikap mandiri, memanfaatkan kelembagaan yang ada dan mampu menggerakkan potensi masyarakat. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Dadang Hermawan mengatakan,  program tersebut menjadi prioritas dinas pertanian untuk membantu petani di Kabupaten Serang .

“Jika dihitung perusahaan asuransi tekor karena dilapangan ternyata banyak yang terkena masalah. Namun, karena untuk membantu petani maka program ini terus berjalan,” katanya. Dadang menambahkan, hasil dari pertanian bisa bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Serang untuk memasarkan hasil tani kepada masyarakat. (Tim / Cikal)

Berita Terkait