Warga Kawasan Industri di Kabupaten Serang Keluhkan Sulit Cari Kerja

Keluhan sulitnya mendapatkan pekerjaaan yang akhirnya terpaksa jadi pengangguran mewarnai kunjungan Heri Handoko, anggota DPRD Banten dari Partai Demokrat di Kabupaten Serang.

Keluhan itu tidak mengherankan. Sebab Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Serang sebanyak 10,65 persen. Angka yang menunjukkan cukup tinggi, meski ada penurunan angka dari tahun 2018. Tercatat TPT Kabupaten Serang menempati urutan pertama di Provinsi Banten.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan menjad keluhan dari masyarakat. Hal itu terungkap saat Heri menggelar kegiatan reses masa persidangan pertama tahun sidang 2019-2020.

Hampir disetiap Desa yang dikunjungi, di antaranya Desa Ketos (Kecamatan Kibin), Desa Gembor (Kecamatan Binuang), Desa Kamaruton (Kecamatan Lebakwangi). Warga desa di Kabupaten Serang itu mengeluh soal sulitnya mendapat pekerjaan, meskipun di daerah itu terdapat pabrik-pabrik.

Heri mengatakan, keluhan itu merupakan fenomena yang diungkapkan masyarakat saat dirinya menanyakan persoalan yang dialami di Desa-desa tersebut.

Padahal kata Heri, Kabupaten Serang, terutama di Wilayah Serang Timur terkenal dengan daerah industri. Namun masyarakatnya mayoritas masih pengangguran.

Dia mengaku akan mengupayakan untuk melakukan kerjasama dengan industri dan balai latihan kerja Indonesia (BLKI) untuk menggelar pelatuhan.

Serta dia akan meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Pemerintah Kabupaten Serang.

Heri Handoko juga berjanji akan mengundang manajemen industri di Kabupaten Serang. Tujuannya agar diketahui secara pasti penyebab industri tidak bisa menyerap tenaga kerja setempat.

“Asalkan kita duduk bersama Insya Allah semua bisa diatasi,” katanya. Minggu, (24/11/209).

Heri juga berjanji akan mengusulkan mendirikan balai latihan kerja Provinsi yang berdekatan langsung dengan kawasan industri. Selama ini belum ada balai latihan kerja yang berada di kawasan industri. Tujuannya, materi pelatihan kerja bisa disesuaikan dengan keahlian atau skil yang dibutuhkan industri setempat.

“Lulusan balai ini kan bisa langsung kerja di industri setempat, karena keahlian yang diajarkan sangat sesuai,” katanya.

“Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama,” pintanya. (Menyenaw Fikih)

Berita Terkait