GM ASDP Indonesia Ferry Merak Alami Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Hasan Lessy dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas diKM 91, Jalan Tangerang-Merak, Jumat (29/5/2020), pukul 20.00 WIB.

“Iya benar saya juga dapat kabar itu, tapi saya belum bisa memastikan penyebabnya dan kondisinya. Soalnya kabar itu baru aja saya dapat, dan beliau katanya sudah berada di RSKM Cilegon,”jawab staf ASDP Merak itu, saat melalui telepon seluler.

Giarso, petugas Sentral Informasi Sentral (SITE) 3 pada PT Jasa Marga Tbk, ketika dikonfirmasi membenarkan ada kejadian kecelakaa pada Jumat malam pukul 20.00 di ruas tol KM 91 arah Tangerang – Merak.

“Benar ada kejadian lakalantas tunggal. Yang mendata sudah lepas tugas, yaitu petugas SITE dua. Kasusnya ditangani Polda Banten. Maaf untuk data identitas kendaraan dan korban, saya tidak punya,”ujar Giarso.

Prediksi

Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk memprediksi, arus mudik tahun 2020 akan turun hingga 62,5%. Sementara untuk arus balik sendiri diramal bakal turun 58,7%.

Operation Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti mengatakan, prediksi ini berdasarkan larangan pemerintah terkait mudik Lebaran yang berlaku mulai 24 April 2020 lalu.

“Penurunan volume lalu lintas arus mudik sebesar 62,5% dan arus balik turun 58,7% terhadap kondisi volume lalu lintas akibat Covid-19 dan penerapan pembatasn sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta pada 13 April 2020,” ujar Fitri Wiyanti.

Penurunan volume lalu lintas tersebut, terjadi karena asumsi tidak ada yang melakukan mudik atau balik akibat larangan pemerintah yang berlaku pada 24 April 2020.

Selain itu, karena kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan Golongan I sebesar 10% dari LHR Covid-19 (kendaraan Gol I lokal non-jabodetabek, ambulans, TNI/POLRI, dan kendaraan dinas), dan terdapat peningkatan kendaraan non golongan I sebesar 20% (bertambahnya kendaraan logistik).

Sementara untuk lalin ke arah barat di GT Cikupa arah Merak pada kondisi normal, menurut Fitri Wiyanti, terdapat 42.878 kendaraan. Sedangkan saat Covid-19, hanya 28.025 kendaraan. (yusvin)

Yusvin Karuyan

Berita Terkait